Pekan Terakhir Kampanye, Elektabilitas Prabowo-Gibran Capai 52,4 Persen

Elektabilitas Calon Presiden dan Wakil Presiden, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka masih mencapai lebih dari 50 persen

Budi Arista Romadhoni
Senin, 05 Februari 2024 | 15:32 WIB
Pekan Terakhir Kampanye, Elektabilitas Prabowo-Gibran Capai 52,4 Persen
Ketiga Capres dan Cawapres mengangkat tangan bersama-sama usai debat Capres-Cawapres Kelima di JCC Senayan, Jakarta, Minggu (4/4/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

SuaraJawaTengah.id - Elektabilitas Calon Presiden dan Wakil Presiden, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka masih mencapai lebih dari 50 persen. 

Hal itu berdasarkan hasil Survei Jakarta Research Center (JRC).  Elektabilitas pasangan capres-cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka mencapai 52,4 persen jelang pemungutan suara Pilpres 2024 pada 14 Februari 2024.

Posisi kedua ditempati oleh pasangan nomor urut 1 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN) dengan elektabilitas 21,2 persen, terpaut tipis dari pasangan nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud Md dengan 20,1 persen.

Dengan sisa waktu yang makin sempit dan selisih elektabilitas saat ini, duet Prabowo-Gibran diprediksi akan memenangi Pilpres 2024 dalam satu putaran.

Baca Juga:Suhu Politik Memanas, FKUB Jateng Tak Ingin Ada Perpecahan di Masyarakat

"Elektabilitas pasangan Prabowo-Gibran menembus 52,4 persen, jauh mengungguli AMIN dan Ganjar-Mahfud yang keduanya masih bersaing ketat," kata Direktur Komunikasi JRC Alfian P dikutip dari ANTARA pada Senin (5/2/2024).

Menurut Alfian, Prabowo-Gibran menikmati tren kenaikan elektabilitas, ketika dua pasangan yang lain mengalami fluktuasi. Pada September 2023, sebelum pendaftaran ke Komisi Pemilihan Umum, Prabowo bahkan masih tertinggal elektabilitasnya dari Ganjar dalam simulasi tanpa cawapres.

Begitu dipasangkan dengan Gibran, elektabilitas pasangan yang diusung oleh Koalisi Indonesia Maju (KIM) itu melambung, hingga terus bergerak mencapai lebih dari 50 persen pada pergantian tahun.

"Majunya Gibran yang merupakan putera Presiden Jokowi menjadi game changer," ucapnya.

Tampilnya Gibran dalam Pilpres memperkuat arah dukungan Jokowi terhadap Prabowo, sekaligus menggerus elektabilitas Ganjar-Mahfud yang diusung koalisi PDIP.

Baca Juga:Duh! Termasuk PSI, Lima Parpol di Jateng Ini Terpaksa Didiskualifikasi Jelang Pemungutan Suara

"Perpecahan antara Jokowi dan elite PDIP makin dalam setelah Gibran maju sebagai pasangan cawapres Prabowo," ucap Alfian.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini