Film Dokumenter 'Pilihan' Diputar Perdana di KBRI Singapura, Ceritakan Jebakan Terorisme di Media Sosial

Pesan itu disampaikan pada film dokumenter bertajuk 'Pilihan' karya perdana dari Ruangmigran resmi diputar. Film ini berdurasi 21 menit 46 detik

Budi Arista Romadhoni
Senin, 26 Februari 2024 | 12:25 WIB
Film Dokumenter 'Pilihan' Diputar Perdana di KBRI Singapura, Ceritakan Jebakan Terorisme di Media Sosial
(Kiri ke kanan) Sutradara film Pilihan Ridho Dwi Ristiyanto, Produser Ani Ema Susanti dan Eksekutif Direktur Noor Huda Ismail berbicara di depan ratusan PMI di KBRI Singapura, Minggu (25/2/2024) siang. [Istimewa]

“Melatih kewirausahaan ayam dan telur untuk para PMI di Singapura, jadi ada manajemen, literasi keuangan dilatihkan ke mereka. Tujuannya agar mereka sudah punya keterampilan saat purna menjadi PMI dan kembali ke Indonesia,” tambah Noor Huda Ismail.

Alur Film Pilihan

Pada chapter pertama bertajuk “Jebakan Media Sosial”. Ini adalah kisah Listyowati mantan PMI Hongkong asal Kabupaten Kendal, Jawa Tengah yang sempat terjerat terorisme kelompok ISIS karena media sosial.

Pada 2020 silam, Lis, sapaannya, ditangkap Densus 88/Antiteror Polri menjalani hukuman pidana 3 tahun penjara dan pada Juni 2023 dia bebas dari Lapas Perempuan Kelas IIA Semarang.

Baca Juga:Dibawa dari Lampung, Polda Jateng Gagalkan Peredaran 52 Kg Sabu-sabu di Sragen

“Saya sekolah SLTP nggak lulus, langsung pesantren, terus kerja jadi TKW (PMI). Saya pingin saya pingin seperti yang lain, punya kendaraan sendiri, pegang uang sendiri,” ungkap Lis.

Awalnya, 2 tahun dia kerja sebagai PMI di Singapura, kembali ke Indonesia. Dia sempat mendapat KDRT dari suaminya, bercerai dan memutuskan kembali jadi PMI. Tujuannya kali ini Hong Kong.

Berangkat dengan batin yang gundah, Lis menemukan hal baru di media sosial YouTube dan Facebook. Dia bercerita sering melihat postingan-postingan kehancuran akibat konflik di mana korbannya juga anak-anak.

Dia terus mengikuti informasi itu hingga diarahkan gabung ke grup FB yang belakangan diketahui membernya berisi simpatisan ISIS.
“Saya terus menyimak (konten-konten),” sambungnya.

Dia join dengan nama Al Fatih. Di grup itu ada seseorang bernama Arif yang intens berkomunikasi dengannya. Dorongan ingin ikut menyelamatkan anak-anak korban konflik agar nantinya bisa masuk Surga setelah meninggal dunia, membuatnya terpesona dengan Arif.

Baca Juga:Suhu Udara di Jawa Tengah Memanas, Ternyata Ini Penyebabnya

Sebab Arif, selalu menawarkan dan bercerita tentang bahan peledak dan senjata. Dia makin terpesona dengan Arif, hingga nantinya berniat pulang ke Indonesia dan akan membangun rumah tangga barunya dengan pujaan hati yang dikenalnya di media sosial itu.
Perjalanannya, Lis mentransfer sejumlah uang ke Arif. Selain untuk membeli senjata dan bahan peledak, juga beberapa kebutuhan pribadi Arif seperti membeli ponsel dicukupi Lis. Puluhan juta rupiah sudah ditransfer.

“Saya mau beli senjata, pingin punya skill. Kalau nggak nanti bisa mati konyol. Saya seorang TKW di Hong Kong. Menurutku, aku sudah ketemu jalannya. Saya tekad, saya cari cadar di Hong Kong bahkan di sana harganya mahal tak beli lah. Arif itu orangnya lembut, nggak pernah sekalipun ngomong kasar. Saya paling suka sama Arif karena itu,” bebernya.

Ternyata semua rencananya gagal. Arif ditangkap Densus 88/Antiteror di Kalimantan Barat sebab bergabung ISIS di media sosial, merencanakan aksi teror. Lis tak lama setelah pulang ke Indonesia juga ikut diciduk Densus 88.

Sempat ditahan di Rutan Polda Metro Jaya, Lis akhirnya bebas dari LPP Semarang. Dia menemukan pertobatan di sana, bertekad untuk memperbaiki masa lalunya. Hidup tenang di Kabupaten Kendal.

“Saya waktu bebas dari LPP Semarang tak menyangka (bisa bebas), saya langsung sujud syukur,” ungkapnya.

Warga Negara Indonesia (WNI), termasuk PMI yang terpapar medsos dan ingin bergabung kelompok radikal teror di Suriah mencapai ratusan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak