Gaji Pemain Sepak Bola Semakin Tak Masuk Akal, PSIS Dukung Penerapan Salary Cap di Kompetisi Liga 1

Dalam konteks sepakbola, para pemain profesional dapat memperoleh gaji hingga angka yang ditentukan, tetapi tidak lebih, ini penjelasan soal salary cap

Budi Arista Romadhoni
Kamis, 13 Juni 2024 | 07:43 WIB
Gaji Pemain Sepak Bola Semakin Tak Masuk Akal, PSIS Dukung Penerapan Salary Cap di Kompetisi Liga 1
CEO PSIS Semarang A S.Sukawijaya atau Yoyok Sukawi. (ANTARA/ I.C.Senjaya)

SuaraJawaTengah.id - PSIS Semarang merespons rencana diterapkannya salary cap untuk kompetisi Liga 1 2024/25 mendatang.

Salary cap atau batasan gaji dikutip dari sport management degrees adalah aturan yang dituangkan dalam kontrak dan terikat secara hukum, yang membatasi jumlah penghasilan seorang karyawan.

Dalam konteks sepakbola, para pemain profesional dapat memperoleh gaji hingga angka yang ditentukan, tetapi tidak lebih. Artinya ada batas atas nilai kontrak yang dapat diberikan sebuah klub.

Salary cap direncanakan muncul kembali setelah ada rencana penambahan kuota pemain asing di kompetisi Liga 1.

Baca Juga:Tak Masuk Skema Musim Depan, PSIS Semarang Lepas Tiga Pemain

Sebelumnya, Direktur PT. Liga Indonesia Baru (PT. LIB), Ferry Paulus sudah siapkan antisipasi untuk penambahan kuota pemain asing, salah satunya melalui kebijakan pembatasan gaji atau salary cap.

Setiap tim juga dikenai deposit yang akan dijamin oleh pemilik klub sendiri.

"Iya, nanti kita memang akan membuat seperti (salary) cap. Kemudian juga seperti yang dilakukan oleh klub-klub di luar," ujar Ferry Paulus beberapa waktu lalu.

"Ada yang namanya deposit dari klub-klub yang menjadi seperti guarantee letter (surat jaminan) dari pemilik klub sendiri," lanjutnya.

Pihak PT. LIB bakal bekerja keras membantu pengelolaan finansial tim peserta Liga 1 2024/2025.

Baca Juga:Mantan Pemain PSIS Semarang Tak Memperpanjang Kontrak dengan Bali United, Mau Pulang Kampung?

"Makanya kita bantu dalam sistem pengelolaan finansial di klub. Kita lagi merancang kayaknya yang akan kita gunakan adalah financial control. Tapi pembatasannya (salary cap) itu tetap ada," tandasnya.

Rencana tersebut lantas direspons oleh salah satu peserta Liga 1 musim depan yakni PSIS Semarang.

Yoyok Sukawi selaku Chief Executive Officer (CEO) PSIS menyampaikan aturan tersebut cukup baik, namun ia berharap semua pihak juga berkomitmen dan jujur.

"Kami mendukung supaya lebih kompetitif tapi PT. LIB, PSSI juga harus tegas dan jujur dan jangan ada tebang pilih untuk aturan ini supaya ke depan kompetisi kita lebih baik," tutur Yoyok Sukawi.

Sementara terkait aturan pemain asing, Yoyok Sukawi menyampaikan bahwa dari awal pihaknya ingin apabila ada pemain asing 8 yang dikontrak, maka 8 pemain tersebut dapat bermain bersamaan.

"Dari awal kami sudah sampaikan, kalau usulan kami misal memang 8 ya lebih baik 8 tetap main supaya tidak mubadzir," tutup Yoyok Sukawi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak