Dari Bupati Kendal ke Pilwalkot Semarang? Suara Netizen Bisa Jadi Penentu Nasib Dico Ganinduto

Isu mundurnya Bupati Kendal Dico Ganinduto dari Bursa Calon Wali Kota Semarang di Pilkada 2024 menjadi perhatian publik

Budi Arista Romadhoni
Minggu, 25 Agustus 2024 | 20:33 WIB
Dari Bupati Kendal ke Pilwalkot Semarang? Suara Netizen Bisa Jadi Penentu Nasib Dico Ganinduto
Bupati Kendal Dico Ganinduto. [Istimewa]

SuaraJawaTengah.id - Isu mundurnya Bupati Kendal Dico Ganinduto dari Bursa Calon Wali Kota Semarang untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 ternyata menarik perhatian netizen di media sosial. 

Di media sosial, Dico justru banjir dukungan dari masyarakat melalui media sosial yang menginginkan agar dirinya tetap maju dalam Pilkada Kota Semarang, Jawa Tengah.

Pakar Strategic Communication Tuhu Nugraha menilai jika dukungan publik dari media sosial bisa menjadi pertimbangan partai untuk mengusung Dico sebagai Calon Wali Kota Semarang. 

“Karena sudah jadi rahasia umum saat ini salah satu faktor keputusan menentukan calon adalah popularitas di media sosial," kata Tuhu dari keterangan tertulis pada Minggu (25/82024). 

Baca Juga:Pengamat: Apapun Keputusan MK, Yoyok Sukawi Cukup Kuat di Semarang

"Karenanya aspirasi media sosial sebagai salah satu penentu pengambilan keputusan partai menentukan calon kepala daerah adalah valid," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat Informasi (LPPMI) Kamilov Sagala mengatakan bahwa sensitifitas pemilih dapat dilihat dari capaian kinerja seorang calon dari daerah yang pernah dipimpinnya.

"Prestasi kinerja Dico ini dinilai masyarakat pemilih saat membangun Kota Kendal, ini jadi titik kinerja Dico yang bisa diuji dan bisa juga dilihat langsung oleh masyarakat," kata Kamilov.

Karena menurutnya, seorang yang dikenal saja tidaklah cukup untuk menjadi calon kandidat. Ia mengatakan bahwa pemilih sekarang sudah lebih kritis dan tajam dalam menilai seseorang.

"Mesin partai sebagai kendaraan memang bernilai tapi lebih punya nilai tinggi hasil kinerja yang bersangkutan. Jadi saat ini penilaian dari gerbong-gerbong partai itu hanya bernilai 25% saja," kata dia.

Baca Juga:Isi Putusan MK Soal Aturan Pilkada 2024, Partai yang Tak Punya Kursi di DPRD Bisa Mengusung Calon?

Karena, lanjutnya, nilai tertinggi nantinya akan ditentukan oleh masyarakat sebagai pemilih. Sehingga menurutnya, partai-partai politik jangan hanya melihat berapa kekuatan suplai kekuatan financial seseorang saja.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak