Sekitar 60 orang pedagang Pasar Muntilan sekarang menyedekahkan sayuran senilai Rp500 ribu hingga Rp1 juta setiap hari. Selain dibagikan kepada jemaah, sayuran juga disalurkan ke musala Darussallam di Dusun Jumbleng, masjid Nurul Huda di Dusun Bandongan, dan masjid Al Ahfan, di Kecamatan Borobudur.
Jika masih mencukupi, sedekah sayuran dikirim ke beberapa masjid dan musala di Kecamatan Pakis hingga Kabupaten Boyolali.
“Kita sebagai pengelola masjid harus hadir untuk umat. Hari ini masjid kehilangan pengasuhan. Adanya hanya imam shalat, bukan imam masjid. Adanya takmir, bukan pengasuh jemaah.”
Pengurus masjid Khoiru Ummah kata Bangun, tidak menimbun kas infak dari jemaah. Semua hasil infak langsung disalurkan dalam bentuk sedekah atau pelayanan.
Baca Juga:Formasi Seleksi CPNS Pemerintah Kota Magelang Tahun 2024
Sebagian infak kembali kepada jemaah dalam bentuk sedekah sayuran, makan gratis setiap selesai pengajian Senin dan Ahad pagi, atau buka puasa sunah bersama setiap Kamis sore.
Dari jemaah yang hadir pada pengajian Senin pagi, rata-rata terkumpul infak Rp3 juta. Sebagian dipakai untuk doorprize dan antar jemput jemaah.
Pengurus masjid Khoiru Ummah menyediakan angkutan antar-jemput jemaah untuk menghadiri pengajian. Mereka rata-rata berusia lanjut 60-70 tahun.
Bangun meyakini jika jemaah merasakan manfaat dari sedekah dalam jumlah kecil, mereka tidak ragu untuk berinfak dalam jumlah besar.
“Banyak takmir itu mindset-nya seperti pentil ban. Kalau sudah masuk (sedekah) tidak bisa keluar, kecuali sampai meletus. Sementera kami, infak yang terkumpul langsung dihabiskan dalam bentuk servis.”
Baca Juga:Tak Hanya Candi Borobudur, Wisata Sekitar Magelang Juga Diharapkan Bisa Berkembang Pesat
Pengurus masjid Khoiru Ummah saat ini mengelola infak serba Rp10 ribu. Jemaah bisa memilih beberapa jenis infak hanya dengan mengeluarkan uang yang jumlahnya terjangkau.