Djoko menambahkan, beberapa komoditas yang bisa diangkut KA antara lain barang kemasan, pupuk, semen, dan bahan bakar. Namun, moda ini membutuhkan investasi besar untuk sarana, prasarana, serta operasional dan perawatan.
Aktivasi Jalur Rel ke Pelabuhan
Djoko juga mendorong pengaktifan kembali jalur rel ke pelabuhan seperti yang pernah ada di era Hindia Belanda. Saat ini, hanya Pelabuhan Tanjung Intan, Cilacap, yang masih terhubung dengan jalur rel.
“Menghidupkan kembali jalur rel ke pelabuhan dapat mengurangi biaya distribusi dan menekan praktik pungli di pelabuhan,” ujarnya.
Baca Juga:Selain Merusak Jalan, Truk ODOL Disebut Bikin Rugi Negara Triliunan Per Tahun
Ia mencontohkan pelabuhan lain yang dulu terhubung jalur rel, seperti Tanjung Priok, Tanjung Emas, dan Belawan, namun kini aksesnya terputus akibat perkembangan pemukiman.
Efisiensi Anggaran Negara
Djoko menekankan bahwa penggunaan KA dapat mengurangi beban kerusakan jalan akibat truk ODOL, yang selama ini membebani APBN dan APBD untuk biaya perbaikan jalan.
Selain itu, KA menawarkan efisiensi distribusi barang yang lebih lancar tanpa hambatan kemacetan, sehingga meningkatkan ketepatan waktu pengiriman.
“Langkah ini tidak hanya memperbaiki sistem logistik nasional, tetapi juga mendukung keberlanjutan infrastruktur transportasi di Indonesia,” pungkas Djoko.
Baca Juga:Dampak Banjir di Kabupaten Grobogan, PT KAI Batalkan Sejumlah Jadwal Perjalanan
Optimalisasi moda KA menjadi solusi strategis untuk mengurangi dominasi moda jalan, menekan biaya logistik, dan mendukung distribusi barang yang lebih efisien serta ramah lingkungan.