Sejarah dan Makna Tuk Panjang, Tradisi Khas Imlek di Semarang

Tradisi Tuk Panjang di Semarang, perayaan Imlek dengan meja panjang di ruang publik, mencerminkan toleransi & kebersamaan antar etnis dan agama, serta dorong ekonomi lokal

Budi Arista Romadhoni
Sabtu, 18 Januari 2025 | 13:50 WIB
Sejarah dan Makna Tuk Panjang, Tradisi Khas Imlek di Semarang
Tradisi Tuk Panjang, jamuan makan malam yang disajikan di atas meja panjang kembali digelar menyambut Tahun Baru Imlek 2574 Kongzili di kawasan Pecinan, Semarang, Jumat (20/1/2023). [ANTARA/Zuhdiar Laeis]

SuaraJawaTengah.id - Tradisi Tuk Panjang merupakan salah satu perayaan khas yang dilakukan oleh komunitas Tionghoa di Semarang menjelang Tahun Baru Imlek 2025.

Berbeda dengan tradisi serupa di daerah lain, di Semarang, acara ini diadakan di ruang publik, seperti jalanan di kawasan Pecinan, dan melibatkan berbagai lapisan masyarakat, mencerminkan semangat toleransi dan kebersamaan.

Asal Usul dan Perkembangan

Secara etimologis, "Tuk Panjang" berasal dari kata "tuk" yang berarti meja, dan "panjang" yang berarti panjang, sehingga secara harfiah berarti "meja panjang".

Baca Juga:Sejarah Wijkenstelsel: Akar Terbentuknya Pecinan di Jawa Tengah

Tradisi ini merupakan adaptasi dari kebiasaan makan bersama yang dilakukan oleh komunitas Tionghoa di Tiongkok saat perayaan Imlek. Di Semarang, tradisi ini mengalami akulturasi dengan budaya lokal, sehingga menjadi simbol kerukunan antarumat beragama dan etnis.

Tradisi Tuk Panjang di Semarang telah menjadi bagian integral dari perayaan Imlek di kota ini. Ia menyebutkan bahwa makan malam bersama keluarga besar Kota Semarang melalui tradisi ini mencerminkan filosofi mendalam dari perayaan Imlek itu sendiri. 

Pelaksanaan Tradisi

Tradisi Tuk Panjang biasanya dilaksanakan beberapa hari menjelang Imlek. Meja-meja panjang disusun di sepanjang jalan di kawasan Pecinan, seperti di Gang Warung atau Gang Baru.

Berbagai hidangan khas Imlek disajikan di atas meja tersebut, dan masyarakat dari berbagai latar belakang diundang untuk makan bersama. Salah satu hidangan yang sering disajikan adalah nasi ulam bunga telang, yang berwarna biru sebagai simbol perdamaian. 

Baca Juga:Sejarah Komunitas Muslim Tionghoa di Semarang: Jejak Harmoni Budaya dan Agama

Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, menyatakan bahwa tradisi ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga sebagai upaya meningkatkan perekonomian masyarakat melalui perputaran ekonomi yang terjadi selama acara berlangsung. 

Makna dan Filosofi

Tuk Panjang melambangkan kebersamaan, toleransi, dan kerukunan antarumat beragama serta etnis di Semarang. Dengan melibatkan masyarakat luas dalam perayaan ini, tradisi ini memperkuat ikatan sosial dan menunjukkan bahwa perbedaan budaya dapat menjadi kekuatan yang mempersatukan.

Selain itu, melalui tradisi ini, masyarakat diajak untuk saling menghormati dan memahami satu sama lain, menciptakan harmoni dalam keberagaman.

Berdasarkan data yang dihimpun, tradisi Tuk Panjang merupakan upaya merawat toleransi dan keberagaman di tengah masyarakat yang majemuk. 

Pelestarian Tradisi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak