Monolog Paramita: Kisah Ontosoroh Modern dari Panggung Teater untuk Indonesia Masa Kini

Teater HAE pentaskan "Paramita", monolog tentang perempuan masa kini yang berjuang melawan belenggu sosial, terinspirasi Ontosoroh dari Bumi Manusia karya Pramoedya.

Budi Arista Romadhoni
Kamis, 01 Mei 2025 | 21:26 WIB
Monolog Paramita: Kisah Ontosoroh Modern dari Panggung Teater untuk Indonesia Masa Kini
Teater HAE Semarang mementaskan monolog berjudul Paramita di Gedung Serba Guna Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro, Rabu (30/4/2025) malam. [Istimewa]

SuaraJawaTengah.id - Sosok Ontosoroh, perempuan tangguh yang digambarkan dalam novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer, kembali hidup dan menyapa publik dalam bentuk pementasan teater.

Namun kali ini, kisah Ontosoroh tak lagi hadir dalam bingkai kolonial Hindia Belanda, melainkan menjelma sebagai potret perempuan masa kini yang terus berjuang menembus tembok sosial dan hukum yang membelenggu.

Monolog berjudul Paramita dipentaskan Teater HAE Semarang di Gedung Serba Guna Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro, Rabu (30/4/2025) malam. Pertunjukan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Seabad Pramoedya Ananta Toer.

Disaksikan oleh ratusan penonton, pentas monolog ini menggugah kesadaran dan emosi publik yang hadir, terutama dalam memahami posisi perempuan dalam realitas sosial Indonesia kontemporer.

Baca Juga:Jadi Garda Terdepan, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Luncurkan Program Kecamatan Berdaya

Pementasan Paramita menjadi refleksi nyata bahwa kisah perempuan seperti Ontosoroh tidak berhenti pada halaman terakhir novel Bumi Manusia.

"Ada banyak sekali perempuan yang berusaha mandiri dan berdaya, meskipun harus meniti jalan berbatu tajam nan terjal pada prosesnya," kata Anton Sudibyo, penulis naskah Paramita, usai pertunjukan.

Teater HAE Semarang mementaskan monolog berjudul Paramita di Gedung Serba Guna Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro, Rabu (30/4/2025) malam. [Istimewa]
Teater HAE Semarang mementaskan monolog berjudul Paramita di Gedung Serba Guna Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro, Rabu (30/4/2025) malam. [Istimewa]

Anton, yang dikenal sebagai pendiri Forum Komunikasi Teater Kampus Semarang sekaligus mantan wartawan, menegaskan bahwa Paramita ditulis dengan keyakinan kuat bahwa perjuangan perempuan Indonesia belum usai.

"Kita sepakat menghormati Ontosoroh, yang meski seorang gundik tapi berani melawan kepongahan sistem hukum dan sosial Belanda. Mengapa kita tidak bisa hormat pada perjuangan perempuan masa kini, dengan segala stereotip buruk yang dikonstruksi oleh hukum dan sosial masyarakat kita?" ujarnya.

Naskah Paramita menyampaikan kisah yang sangat dekat dengan kenyataan sosial masa kini. Ia mengangkat kisah anak perempuan dari keluarga miskin yang dijual ke kota demi keuntungan ekonomi.

Baca Juga:Belanja Untung! Promo Indomaret, Tawarkan Diskon Spesial Rp7.500 untuk Produk Kebutuhan Rumah Tangga

Dalam prosesnya, ia menjadi perempuan simpanan pria kaya, pejabat atau dalam istilah kekinian disebut “ani-ani”.

Namun, ia bukanlah korban pasif. Di balik status sosial yang memojokkannya, tokoh utama dalam Paramita berupaya keras untuk mandiri.

Ia belajar, bekerja diam-diam, dan perlahan membangun masa depan, meski harus menghadapi hujatan dan penghakiman publik.

Yang menarik, pertunjukan Paramita tidak menampilkan monolog dalam bentuk yang konvensional. Sutradara Nila Dianti, yang juga aktivis perempuan dan teater kampus, menawarkan pendekatan baru dalam penyajian monolog.

Ia tetap menjadikan satu aktor sebagai pusat cerita, namun menghadirkan beberapa aktor pendukung di atas panggung untuk memperkuat atmosfer dramatik.

Indah Sri Novitasari, aktor utama dalam pertunjukan ini, berhasil menghidupkan karakter Paramita dengan penuh energi dan keteguhan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak