Kemarau Melanda Slawi, BRI Gerak Cepat Salurkan Bantuan Air Bersih ke Desa Terdampak

Puncak kemarau 2025 sebabkan krisis air bersih di Tegal. BRI Slawi gerak cepat salurkan 32.000 liter air ke Desa Timbangreja & Danawarih

Budi Arista Romadhoni
Selasa, 05 Agustus 2025 | 19:41 WIB
Kemarau Melanda Slawi, BRI Gerak Cepat Salurkan Bantuan Air Bersih ke Desa Terdampak
Pembagian bantuan air bersih dari BRI Branch Office (BO) Slawi di Desa Timbangreja di Kecamatan Lebaksiu dan Desa Danawarih di Kecamatan Balapulang. [Dok BRI]

SuaraJawaTengah.id - Musim kemarau yang puncaknya diprediksi oleh BMKG terjadi pada Juli-Agustus 2025 telah menimbulkan dampak signifikan di Slawi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Sejumlah desa mulai mengalami krisis air bersih.

Merespons kondisi ini, Bank Rakyat Indonesia (BRI) melalui program BRI Peduli bergerak cepat menyalurkan bantuan bagi warga Slawi yang terdampak kekeringan.

BRI Branch Office (BO) Slawi mendistribusikan puluhan ribu liter air bersih ke dua desa yang paling membutuhkan. Bantuan ini menjadi krusial di tengah sulitnya warga mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari.

Pemimpin Cabang BRI Slawi, Arlin Suryani, menyatakan komitmen pihaknya untuk meringankan beban masyarakat.

Baca Juga:BRI Ungaran Dorong Agen BRILink Aktif Dukung Layanan BPJS Ketenagakerjaan untuk Pekerja Informal

"Bantuan air bersih BRILian di Desa Timbangreja dan Desa Danawarih. Masing-masing desa 2 tangki, jadi total 4 tangki. 1 tangki isi 8.000 liter," ujar Arlin dari keterangan tertulis pada Selasa (5/8/2025).

Dengan total bantuan mencapai 32.000 liter, air bersih tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dasar warga di dua desa tersebut, yakni Desa Timbangreja di Kecamatan Lebaksiu dan Desa Danawarih di Kecamatan Balapulang.

Kondisi kekeringan di Slawi, Kabupaten Tegal ini memang sudah diprediksi sebelumnya. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam pemutakhiran data awal Mei 2025 telah mengindikasikan adanya pergeseran awal musim kemarau di sebagian besar wilayah Jawa.

Berdasarkan data BMKG, banyak Zona Musim (ZOM) di Jawa, khususnya Jawa Tengah, DIY, dan Jawa Timur, yang awal musim kemaraunya bergeser menjadi lebih lambat, dari prediksi awal April-Mei menjadi Mei III hingga Juni I.

Pergeseran ini membuat kemarau datang lebih lambat dari normalnya, namun puncaknya tetap diprediksi terjadi pada rentang Juli hingga Agustus 2025.

Baca Juga:Sinergi BUMN, BRI Cepu dan KAI Perkuat Kerja Sama dengan Pinjaman Rp31,6 Miliar untuk 133 Pegawai

Meskipun durasi musim kemarau tahun ini diprediksi menjadi lebih pendek di sebagian besar wilayah Jawa, dampak kekeringannya tetap dirasakan nyata oleh masyarakat.

Krisis air bersih di Desa Timbangreja dan Danawarih menjadi bukti bahwa meskipun durasinya singkat, intensitas kemarau cukup untuk mengeringkan sumber-sumber air warga.

Langkah cepat BRI menyalurkan bantuan air bersih ini merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang berfokus pada tanggap darurat bencana.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak