- Dosen Untag Semarang, Dwinanda Linchia Levi (35), ditemukan meninggal tanpa busana di hotel pada Senin, 17 November 2025.
- Keluarga terkejut mengetahui almarhumah tercatat dalam Kartu Keluarga AKBP Basuki tanpa hubungan resmi.
- Polda Jateng membenarkan hubungan asmara antara almarhumah Levi dan AKBP Basuki sejak 2020.
Vian mengenang komunikasi terakhir dengan adiknya terjadi pada Jumat (14/11/2025). Saat itu, mereka saling membalas pesan dan berinteraksi lewat media sosial.
Lebih jauh, dia juga mengaku tidak mengetahui riwayat penyakit yang diderita adiknya. Sebelum meninggal, Levi sempat menjalani pemeriksaan rutin di Rumah Sakit Telogorejo, di mana tekanan darahnya tercatat mencapai 190 dan kadar gulanya menembus angka 600.
"Saya kurang begitu paham karena dia tidak pernah bercerita. Korban ini memang tertutup. Urusan pribadinya benar-benar tertutup, termasuk soal kedekatannya dengan AKBP Basuki, saya juga tidak tahu," ungkap Vian.
Sementara itu, kuasa hukum keluarga, Zainal Petir, menyebut keluarga di Purwokerto sempat menerima sebuah foto yang memperlihatkan kondisi Levi. Namun, foto tersebut langsung terhapus sebelum sempat disimpan.
Baca Juga:Kisah Kematian Dosen Untag yang Penuh Misteri: Hubungan Gelap dengan Polisi Jadi Sorotan
"Belakangan, nomor yang mengirim foto tersebut diketahui merupakan nomor pribadi milik AKBP Basuki," turut Zainal Petir.
Menurut Zainal, foto yang dikirim oleh AKBP Basuki memperlihatkan kondisi jenazah Levi dengan bercak darah yang tampak masih mengalir di bagian paha dan perut.
"Budenya Vian ini sempat bercerita ke saya, tapi foto-foto itu belum sempat disimpan. Sama pengirimannya langsung ditarik kembali dan dihapus," imbuhnya.
Adanya kejanggalan itu mendorong keluarga untuk meminta dilakukan autopsi terhadap jenazah Levi di RSUP Dr. Kariadi. Mereka ingin memastikan apakah dosen Untag itu meninggal karena sakit atau dalam kondisi yang tidak wajar.
Selain itu, Zainal Petir juga heran dengan sikap seorang penegak hukum bisa memasukkan orang lain ke dalam Kartu Keluarganya. Padahal, AKBP Basuki sudah memiliki istri dan anak.
Baca Juga:Kematian Janggal Dosen Untag: Pamen Polda Jateng Jadi Saksi Kunci, Kini Jalani Patsus
"Seorang perwira menengah yang masih memiliki keluarga kemudian memasukkan nama perempuan yang masih lajang ke dalam KK-nya, itu jelas pelanggaran etik. Masa penegak hukum tidak paham hal seperti itu," tegasnya.
Menurut Petir, keluarga sangat terpukul dengan kabar kematian Levi yang ditemukan dalam kondisi mengenaskan. Pihaknya mendorong kepolisian mengusut secara menyeluruh peristiwa sebelum kematian serta hubungan sehari-hari antara Levi dan perwira polisi tersebut.
"Alat buktinya semua ada. Laptop dan handphone sudah berada di tangan pihak kepolisian Polda Jateng. Jangan ditutupi, kasus ini harus diungkap secara transparan," pinta Zainal Petir.
Polda Jateng Benarkan Adanya Hubungan Gelap
![AKBP B menjalani sanksi penempatan khusus (patsus) selama 20 hari usai dinilai melanggar kode etik karena tinggal bersama Dosen Untag tanpa ikatan pernikahan sebelum tewas.[Humas Polda]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/11/20/47724-akbp-basuki-polda-jateng-patsus.jpg)
Polda Jateng akhirnya tidak mengelak adanya hubungan gelap antara AKBP B dan dosen Levi. Keduanya disebut memiliki kedekatan layaknya sebuah pasangan, meski sama-sama tidak terikat dalam perkawinan.
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Artanto, menyatakan bahwa hubungan gelap antara AKBP B dan dosen Levi telah terjalin sejak 2020. AKBP B diketahui sudah berkeluarga, sementara Levi masih berstatus lajang.