Kisah Cinta Terlarang Levi dengan Polisi, Dosen Senior Untag Pernah Memperingatkan: Hati-hati Ndug!

Dosen Untag Semarang, Dwinanda Levi, ditemukan tewas tanpa busana. Rekan dosen membenarkan kedekatan korban dengan AKBP Basuki. Kampus bentuk tim hukum selidiki kejanggalan.

Budi Arista Romadhoni
Jum'at, 21 November 2025 | 19:37 WIB
Kisah Cinta Terlarang Levi dengan Polisi, Dosen Senior Untag Pernah Memperingatkan: Hati-hati Ndug!
Untag memberikan keterangan pers atas meninggalnya Dosen bernama Dwinanda Lincia Levi pada Jumat (21/11/2025). [Suara.com]
Baca 10 detik
  • Dosen Untag Semarang, Dwinanda Lincia Levi, meninggal dunia tanpa busana pada Senin (17/11/2025), diketahui dekat dengan AKBP Basuki.
  • Rekan dosen senior sempat melihat AKBP Basuki menjemput Levi, dan Levi tidak menyembunyikan hubungan asmara mereka.
  • Untag Semarang membentuk tim hukum untuk menelusuri kejanggalan kematian Levi dan peran AKBP Basuki yang satu kamar dengannya.

SuaraJawaTengah.id - Isu hubungan asmara antara dosen Untag Semarang, Dwinanda Lincia Levi, yang ditemukan meninggal dunia tanpa busana di kamar kostel, Senin (17/11/2025) dengan perwira menengah AKBP Basuki ternyata bukan kabar burung.

Dosen-dosen senior di Fakultas Hukum (FH) sudah mengetahui kedekatan keduanya.

Salah satu dosen senior, Kastubi, bahkan pernah dua kali melihat Levi dijemput oleh anggota polisi yang bertugas di Polda Jateng tersebut.

"Dua kali raker fakultas di Yogyakarta dan Bali, kami turunkan di Untag Jalan Pemuda. Saya melihat Levi ini dijemput dari sepatu, kaos dan celananya itu anggota polisi," ujar Kastubi saat diwawancarai SuaraJawaTengah di Kampus Untag, Jumat (21/11/2025).

Baca Juga:Nekat Bor Minyak Ilegal di Blora Ancam Nyawa, Polda Jateng Tak Main-main: Penjara Taruhannya!

Kastubi, yang memiliki hubungan sangat dekat dengan Levi, mengaku tak sungkan menanyakan langsung identitas laki-laki yang menjemputnya itu. Baginya, Levi sudah seperti anak sendiri.

Perempuan berusia 35 tahun tersebut juga tidak menutup-nutupi identitas laki-laki yang menjemputnya adalah pacarnya sendiri, AKBP Basuki.

"Raker fakultas itu diadakan setiap tahun, biasanya di awal tahun antara Januari atau Februari. Tahun 2024 itu Levi sudah memiliki hubungan (pacaran) sama AKBP Basuki," ungkap Kastubi.

Dosen yang mengajar hukum pidana itu tidak melarang hubungan asmara Levi dengan anggota polisi tersebut. Kastubi bahkan mengetahui bahwa Levi memiliki ketertarikan khusus atau cenderung mengidolakan anggota polisi.

Sebelum berpacaran dengan AKBP Basuki, Levi juga pernah menjalani hubungan asmara dengan anggota polisi lainnya. Namun, hubungan tersebut berakhir putus atau tidak berlanjut.

Baca Juga:Pukulan Telak! Eksepsi Oknum Polisi Tega Aniaya Bayi Kandung hingga Tewas Ditolak Hakim

Saat mengetahui Levi berpacaran dengan AKBP Basuki, Kastubi mengaku pernah mengejek Levi soal seleranya yang menyukai pria jauh lebih tua. AKBP Basuki diketahui berusia 56 tahun, sementara Levi baru 35 tahun.

"Lah, pacarmu (AKBP Basuki) kok tua. Levi cuman tertawa," ungkap Kastubi.

Karangan bungan di Untag memberikan ucapan duka mendalam atas meninggalnya Dosen bernama Dwinanda Lincia Levi pada Jumat (21/11/2025). [Suara.com]
Karangan bungan di Untag memberikan ucapan duka mendalam atas meninggalnya Dosen bernama Dwinanda Lincia Levi pada Jumat (21/11/2025). [Suara.com]

Meski sempat diejek, Levi justru tidak pernah tersinggung. Hubungan mereka semakin akrab dan sering menghabiskan waktu bersama di kantin saat tidak ada jadwal mengajar.

Merasa menjadi sosok ayah bagi Levi, karena perempuan kelahiran Banyumas yang tidak memiliki keluarga di Kota Semarang. Kastubi beberapa kali mengingatkan Levi soal hubungannya dengan AKBP Basuki.

Terakhir, Kastubi mengingatkan Levi agar berhati-hati berpacaran dengan anggota polisi saat mereka berbincang di sebuah kantin pada Jumat (14/11/2025).

Tiga hari kemudian, Kastubi dibuat syok ketika mendengar kabar kematian Levi yang dinilainya penuh kejanggalan.

"Loh, kok idolamu polisi? Hati-hati loh nduk pacaran sama polisi, aku tahu karakter polisi," ungkap Kastubi.

"Banyak polisi itu sumbu pendek, gampang emosional. Misal pacarnya jalan dengan laki-laki lain gampang nesu, ngamuk. Kaya gitu sudah banyak contohnya," imbuhnya saat menasehati Levi.

Untag Semarang Bentuk Tim Hukum

Untag Semarang menyayangkan tidak adanya informasi dari kepolisian mengenai kematian dosen Levi. Pihak kampus justru mengetahui kabar tersebut dari sivitas akademika, bukan dari aparat yang menangani peristiwa itu.

Padahal, jarak kostel tempat Levi tinggal dengan kampus hanya sekitar tiga kilometer. Kampus baru mengetahui kematian Levi sekitar pukul 14.30 WIB.

Rentang waktu yang panjang itu dinilai sebagai salah satu kejanggalan, terutama karena tidak adanya komunikasi dari polisi kepada pihak kampus. Terlebih Levi tidak seorang diri dan tidak memiliki keluarga di Semarang.

Dari kejanggalan-kejanggalan tersebut, Untag kemudian membentuk tim hukum untuk mencari tahu penyebab kematian Levi.

Tim ini juga akan menelusuri peran AKBP Basuki yang saat kejadian diketahui berada satu kamar dengan korban.

Suasana Fakultas Hukum Untag usai meninggalnya Dosen bernama Dwinanda Lincia Levi pada Jumat (21/11/2025). [Suara.com]
Suasana Fakultas Hukum Untag usai meninggalnya Dosen bernama Dwinanda Lincia Levi pada Jumat (21/11/2025). [Suara.com]

Ketua Tim Hukum Untag, Agus Widodo, mengaku sangat terpukul atas kepergian salah satu dosen muda yang berprestasi tersebut. Levi sendiri menjadi dosen dan mengajar hukum pidana di Fakultas Hukum Untag sejak 2022.

Perwakilan Untag sempat mendatangi kostel tempat tinggal Levi untuk memastikan kabar kematiannya. Namun, saat tiba di lokasi, jenazah Levi sudah dipindahkan ke RSUP dr. Kariadi.

"Ada beberapa ketidakwajaran meninggalnya almarhumah ini. Oleh karenanya, kami meminta kepolisian melakukan autopsi luar dan dalam, termasuk digital forensik terhadap Levi," ungkap Agus.

Setelah proses autopsi selesai, pihak kampus membantu prosesi pemakaman Levi di TPU Jatisari, Mijen. Kampus juga memastikan keluarga, khususnya kakak kandung Levi, telah diberitahu mengenai kejadian tersebut.

"Dengan munculnya berbagai dugaan dan kejanggalan dalam kematian almarhumah Levi. Pihak kampus membentuk tim advokasi untuk mengawal kasus ini hingga tuntas," jelasnya.

Di sisi lain, anggota Tim Hukum lainnya, Edi Pranoto, menegaskan timnya akan berupaya keras agar penanganan kasus ini tidak berhenti pada satu titik. Proses mencari keadilan akan dilakukan secara komprehensif, termasuk hingga uji digital forensik.

"Kami ingin memastikan bagaimana proses itu terjadi, bagaimana lalu lintas orang di kostel. Kapan dan seperti apa oknum (AKBP Basuki) ini melakukan komunikasi dan sebagainya," tutur Edi.

Untag menegaskan tim hukumnya tersebut akan mengawal proses penyelidikan hingga tuntas. Kematian Levi yang ditemukan dalam kondisi mengenaskan harus dijelaskan secara terang, sehingga setiap temuan polisi dapat dipertanggungjawabkan.

Kontributor: IFN

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Geometri dan Pengukuran Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Hoki Kamu? Cek Peruntungan Shiomu di Tahun Kuda Api 2026
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak