- Kawasan Industri Terboyo dikeluhkan karena infrastruktur jalan buruk meskipun telah dibayar iuran pemeliharaan rutin.
- Keluhan utama meliputi jalan berlubang, berdebu, dan tergenang saat hujan, menghambat distribusi barang oleh sopir truk.
- Pemilik pabrik dan buruh menuntut transparansi pengelolaan dana iuran demi perbaikan fasilitas kawasan industri segera terlaksana.
Banyak pengusaha yang merasa dirugikan karena tidak mendapatkan fasilitas yang sesuai dengan harga yang mereka bayar.
Para pekerja dan pengusaha berharap agar pihak pengelola lebih profesional dalam melakukan pemeliharaan kawasan industri. Transparansi dalam penggunaan dana iuran dan perbaikan yang berkelanjutan menjadi harapan besar agar kawasan industri dapat berkembang dengan lebih baik.
Perbaikan yang Diharapkan Segera Terlaksana
Dengan kondisi jalan yang rusak dan keluhan terus mengalir, harapan para pemangku kepentingan di kawasan industri Terboyo adalah agar pengelola kawasan segera melakukan perbaikan yang signifikan. Tidak hanya untuk memperbaiki infrastruktur, tetapi juga agar iuran yang dibayar oleh pengguna kawasan dapat benar-benar tercermin dalam perbaikan fasilitas yang ada. Ke depan, diharapkan agar kawasan industri Terboyo dapat menjadi contoh yang baik dalam pengelolaan kawasan industri yang efisien dan transparan.
Baca Juga:Kisah Pelaku Usaha Angkringan Kota Semarang, Bangkitkan Ekonomi Keluarga Lewat KUR BRI
Tidak hanya itu, mereka juga berharap agar iuran yang dibayar oleh pengguna kawasan dapat benar-benar tercermin dalam perbaikan fasilitas yang ada. Ke depan, diharapkan kawasan industri Terboyo bisa menjadi contoh pengelolaan kawasan yang efisien, transparan, dan bermanfaat bagi semua pihak yang terlibat, serta mampu mendukung pertumbuhan ekonomi kawasan industri yang lebih baik.
Kontributor : Dinar Oktarini