7 Fakta Banjir dan Longsor Mengerikan yang Menghantam Kudus, 1 Korban Tewas!

Kudus diterjang banjir bandang & longsor (11/1/2026) akibat hujan deras. 16 desa terendam, 1 tewas tertimpa longsor. Dapur umum & evakuasi disiapkan, warga waspada.

Budi Arista Romadhoni
Selasa, 13 Januari 2026 | 07:16 WIB
7 Fakta Banjir dan Longsor Mengerikan yang Menghantam Kudus, 1 Korban Tewas!
Kondisi banjir di Desa Ngembalrejo, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Senin (12/1/2026). [ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif]
Baca 10 detik
  • Banjir bandang dan longsor melanda Kudus, Jawa Tengah sejak Minggu siang (11/1/2026) akibat hujan deras.
  • Longsor di Desa Kedungsari menewaskan satu korban dan banjir merendam 16 desa di enam kecamatan.
  • Pemerintah Kudus menyiapkan dapur umum dan titik pengungsian sambil mengingatkan warga waspada potensi bencana susulan.

Meski upaya pencarian terus dilakukan, arus sungai yang kuat dan tumpukan sampah menghambat upaya evakuasi dan pencarian. Kondisi ini memperburuk dampak bencana bagi warga yang terpaksa kehilangan barang-barang berharga mereka.

4. 16 Desa Terendam Banjir

Banjir tidak hanya terjadi di Desa Kedungsari, tetapi juga melanda 16 desa di enam kecamatan di Kabupaten Kudus. Desa-desa seperti Desa Jati, Desa Tanjungrejo, dan beberapa desa lain di wilayah dataran rendah mengalami genangan banjir yang cukup parah. Ketinggian banjir bervariasi, mulai dari 20 cm hingga 50 cm, dan menggenangi ratusan rumah warga.

Di beberapa wilayah, air menggenang hingga ke halaman rumah, merusak barang-barang milik warga dan mengancam keselamatan mereka. Tim BPBD Kudus segera menyiapkan dua titik pengungsian untuk menampung warga yang rumahnya tergenang.

Baca Juga:Kudus di Ujung Tanduk: Menteri LHK Ancam Sanksi Berat Imbas TPA Berbahaya di Atas Tebing

5. Dapur Umum Dibuka di Beberapa Desa

Untuk membantu warga yang terdampak banjir, BPBD Kudus bersama pemerintah setempat telah mendirikan beberapa dapur umum di desa-desa yang terendam banjir. Dapur umum ini menyediakan makanan dan kebutuhan dasar bagi para pengungsi yang kehilangan tempat tinggal sementara.

Selain itu, tim BPBD juga telah menyiapkan tenda darurat dan tempat evakuasi untuk menampung warga yang rumahnya tergenang air. Hingga kini, pengungsi masih terus berdatangan ke tempat-tempat evakuasi yang sudah disiapkan.

6. Curah Hujan Masih Tinggi, Potensi Bencana Susulan

Hujan deras yang melanda wilayah Kudus sejak Jumat masih terus terjadi hingga hari ini. Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan sungai-sungai di wilayah tersebut meluap, serta meningkatkan risiko bencana susulan, seperti banjir dan longsor.

Baca Juga:Kendal Tornado FC Menang di Kudus, Kado Ulang Tahun Presiden Klub

Pemerintah Kabupaten Kudus telah mengeluarkan peringatan kepada warga agar selalu waspada terhadap potensi bencana susulan. Khususnya bagi daerah-daerah yang terletak di kaki Pegunungan Muria dan wilayah dataran rendah yang sudah terendam banjir, risiko longsor dan genangan air lebih tinggi.

7. Evakuasi dan Peringatan Dini untuk Warga

Warga yang tinggal di daerah rawan longsor dan banjir diminta untuk tidak melakukan aktivitas di luar rumah dan menghindari wilayah sungai. Pemerintah Kabupaten Kudus juga mengingatkan agar masyarakat tetap mengikuti arahan dari pihak BPBD dan perangkat desa, serta selalu mengaktifkan pemberitahuan dini untuk potensi bencana.

Relawan, bersama petugas dari BPBD Kudus, terus melakukan upaya evakuasi dan mitigasi bencana. Mereka juga menyiapkan peta rawan bencana untuk membantu warga mengidentifikasi daerah-daerah yang perlu dihindari selama cuaca ekstrem berlangsung.

Banjir dan longsor yang melanda Kudus merupakan dampak dari cuaca ekstrem yang terjadi di wilayah tersebut. Pemerintah setempat dan pihak BPBD Kudus telah bekerja keras untuk menangani bencana ini dengan menyiapkan tempat pengungsian, dapur umum, serta memberikan peringatan dini kepada warga. Namun, mengingat intensitas hujan yang masih tinggi, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti petunjuk dari pihak berwenang untuk mengurangi risiko lebih lanjut.

Kontributor : Dinar Oktarini

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak