9 Fakta Mengerikan di Balik Kerusuhan Iran: Ratusan Tewas, Ribuan Ditangkap, dan Ancaman Militer AS

Demonstrasi Iran dipicu ekonomi memburuk, memicu kekerasan, penangkapan massal, dan korban jiwa. Pemerintah menindas keras & matikan internet.

Budi Arista Romadhoni
Kamis, 15 Januari 2026 | 11:33 WIB
9 Fakta Mengerikan di Balik Kerusuhan Iran: Ratusan Tewas, Ribuan Ditangkap, dan Ancaman Militer AS
Orang-orang berkumpul di Lapangan Enghelab setelah seruan pemerintah untuk berunjuk rasa menentang protes baru-baru ini di seluruh negeri, meneriakkan slogan anti-AS dan anti-Israel, di Teheran, Iran, pada 12 Januari 2026. ANTARA/Fatemeh Bahrami/Anadolu/pri.
Baca 10 detik
  • Kerusuhan dipicu anjloknya mata uang rial Iran dan inflasi tinggi sejak 28 Desember, meluas di 186 kota.
  • Pemerintah Iran menanggapi demonstrasi dengan tindakan keras menggunakan senjata, mengakibatkan ratusan korban tewas dan ribuan ditahan.
  • Kondisi diperparah sanksi nuklir, sementara muncul ancaman intervensi militer dari Amerika Serikat terhadap Iran.

Pihak berwenang Iran menanggapi protes dengan tindakan keras. Berbagai senjata, mulai dari meriam air hingga peluru tajam, dilaporkan telah digunakan terhadap para demonstran, menyebabkan dampak yang mematikan.

Petugas medis menggambarkan rumah sakit "kewalahan" dengan korban tewas dan luka-luka. Pimpinan mahkamah tertinggi Iran bahkan bersumpah akan menjatuhkan hukuman "cepat dan keras" kepada "para perusuh".

Human Rights Activist News Agency (HRANA) melaporkan hampir 500 demonstran dan 48 aparat keamanan tewas sejak protes dimulai.

Di antara korban tewas adalah Amir Mohammad Koohkan, seorang pelatih sepak bola berusia 26 tahun, dan Aminian, seorang mahasiswa Kurdi berusia 23 tahun.

Baca Juga:Darurat Kecelakaan Kerja di Jawa Tengah: Wagub Taj Yasin Desak Perusahaan Genjot Budaya K3!

Video pemakaman di Teheran menunjukkan para pelayat meneriakkan "Matilah Khamenei"—Pemimpin Tertinggi Iran.

5. Pemadaman Internet dan Tantangan Informasi

Untuk mengendalikan informasi dan membatasi koordinasi antar demonstran, pemadaman internet diberlakukan di seluruh Iran.

Hal ini membuat sulit bagi dunia luar untuk mendapatkan informasi akurat tentang apa yang sebenarnya terjadi di lapangan.

Meskipun jaringan satelit Starlink milik Elon Musk dipromosikan sebagai alternatif, pengguna diperingatkan bahwa koneksi tersebut dapat dilacak oleh pihak berwenang.

Baca Juga:Jawa Tengah Siaga! BMKG Peringatkan Banjir dan Longsor Mengancam Hingga Februari 2026

"Pemadaman internet juga diberlakukan di negara itu, yang menurut para ahli dimulai pada Kamis."

6. Klaim Pemerintah dan Propaganda

Pada Senin, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengklaim pasukan keamanan telah mengendalikan sepenuhnya protes anti-pemerintah.

Televisi pemerintah juga melaporkan adanya demonstrasi pro-pemerintah untuk menunjukkan solidaritas melawan "aksi teroris".

Pemerintah Iran bahkan mengumumkan tiga hari berkabung untuk "martir" yang tewas dalam "pertempuran nasional melawan AS dan Israel"—dua negara yang dituduh Teheran memicu kerusuhan.

7. Iran di Bawah Ayatollah Ali Khamenei

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak