Waspada! Semarang dan Sebagian Wilayah Jawa Tengah Diprediksi Diguyur Hujan Sedang Hari Ini

BMKG peringatkan potensi hujan sedang di Semarang & Jateng akibat 3 siklon tropis aktif. Waspadai dampak hidrometeorologi hingga akhir Februari.

Budi Arista Romadhoni
Senin, 19 Januari 2026 | 10:05 WIB
Waspada! Semarang dan Sebagian Wilayah Jawa Tengah Diprediksi Diguyur Hujan Sedang Hari Ini
Ilustrasi hujan bervariasi. [Ist]
Baca 10 detik
  • BMKG mengeluarkan peringatan potensi hujan, mengimbau Semarang dan Jateng waspada hujan sedang karena pengaruh tiga siklon tropis.
  • Tiga siklon aktif tersebut adalah Nokaen, Bibit Siklon 96S di selatan Jatim, dan Bibit Siklon 97S utara Australia.
  • Dampak kombinasi siklon dapat memicu hujan lebat, petir, angin kencang, dan potensi bencana hidro-meteorologi hingga akhir Februari.

SuaraJawaTengah.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan di berbagai wilayah Indonesia pada Senin ini.

Khusus untuk Semarang dan beberapa daerah di Jawa Tengah, masyarakat diimbau untuk mewaspadai hujan dengan intensitas sedang.

Kondisi cuaca ini dipengaruhi oleh kombinasi dinamika atmosfer, termasuk keberadaan tiga siklon tropis yang aktif di sekitar wilayah Indonesia.

Prakirawan cuaca BMKG, Selly Brilian, dalam siaran daringnya menyampaikan bahwa hujan sedang berpotensi di Kota Semarang, dan Surabaya. Ini berarti warga Semarang dan sekitarnya perlu bersiap menghadapi kondisi jalan yang licin dan potensi genangan air.

Baca Juga:9 Fakta Mengerikan di Balik Kerusuhan Iran: Ratusan Tewas, Ribuan Ditangkap, dan Ancaman Militer AS

Sementara itu, hujan lebat dan hujan yang disertai petir diprakirakan terjadi di Kota Yogyakarta, dan Kupang menunjukkan bahwa sebagian wilayah Jawa Tengah bagian selatan juga perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem.

Kondisi cuaca di Semarang dan Jawa Tengah ini tidak terlepas dari pengaruh global dan regional.

BMKG menjelaskan bahwa kombinasi dinamika atmosfer menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kondisi cuaca tersebut, menyusul hasil pantauan meteorologi didapati tiga siklon tropis yang berdampak langsung maupun tak langsung turut mempengaruhi potensi hujan di Indonesia.

Tiga siklon tropis yang dimaksud adalah Siklon Tropis Nokaen, Bibit Siklon Tropis 96S, dan Bibit Siklon Tropis 97S.

Siklon Tropis Nokaen, yang tumbuh dari Bibit Siklon Tropis 91W sejak 15 Januari 2026, saat ini terpantau berada di sekitar 10,3 derajat Lintang Utara dan 128,8 derajat Bujur Timur di Timur Filipina sebelah utara Sulawesi Utara.

Baca Juga:Jawa Tengah Garap Potensi Desa: Kunci Pembangunan Nasional dan Indonesia Emas

Meskipun lokasinya cukup jauh, pengaruh tidak langsungnya dapat memicu peningkatan potensi hujan di Indonesia.

Kecepatan angin maksimum siklon ini mencapai 40 knot atau sekitar 56 kilometer per jam dengan tekanan minimum 1.000 hPa, dan diperkirakan intensitasnya akan persisten dalam 48-72 jam ke depan.

Lebih dekat dengan Jawa Tengah,  Bibit Siklon Tropis 96S terpantau berada di sekitar 15,2 derajat Lintang Selatan dan 113,0 derajat Bujur Timur di Samudra Hindia selatan Jawa Timur.

Keberadaan bibit siklon ini, meskipun dengan kecepatan angin maksimum 15 knot atau sekitar 37 kilometer per jam dan tekanan minimum 1.002 hPa, memiliki dampak signifikan terhadap pola cuaca di Jawa, termasuk Semarang.

Potensi ini diperkuat dengan adanya Bibit Siklon Tropis 97S di wilayah perairan utara Australia Utara, yang meskipun berpeluang rendah menjadi siklon tropis dalam 48-72 jam ke depan, tetap berkontribusi pada dinamika atmosfer.

Kombinasi pengaruh dari ketiga fenomena ini diprakirakan dapat menimbulkan potensi hujan berintensitas sedang-lebat, disertai kilat/petir angin kencang termasuk gelombang laut tinggi di atas dua meter.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak