Merayap dalam Senyap, Kenaikan Harga Pangan Semakin Mencekik Rakyat Kecil

Menjelang Ramadan, harga kebutuhan pokok merangkak naik. Pedagang kecil seperti Sofiati dan Siti kewalahan karena modal meningkat, untung menyusut, dan daya beli turun.

Budi Arista Romadhoni
Selasa, 03 Februari 2026 | 17:08 WIB
Merayap dalam Senyap, Kenaikan Harga Pangan Semakin Mencekik Rakyat Kecil
Ilustrasi kenaikan harga pangan membuat masyarakat semakin tertekan. [Dok Suara.com/AI]
Baca 10 detik
  • Menjelang Ramadan, harga kebutuhan pokok mulai merangkak naik, memaksa pemilik warung seperti Sofiati mengurangi margin keuntungan.
  • Pedagang grosir di Pasar Borobudur mengamati kenaikan nyata harga telur dan minyak goreng, berbeda dengan data statistik deflasi Januari.
  • Pedagang eceran mengurangi stok belanja bahan pokok karena daya beli masyarakat melemah, situasi ini dinilai lebih berat daripada Covid.

SuaraJawaTengah.id - Belum genap 15 hari lagi memasuki bulan Ramadan, gelagat kenaikan harga pangan mulai terasa. Dalam senyap, nilai jual kebutuhan pokok merangkak naik. 

Saban tahun, Sofiati pemilik warung makan di Sawitan, Mungkid, dipaksa putar otak menyiasati kebutuhan belanja. Kenaikan harga beberapa barang sering tidak masuk akal.

Bukan apa-apa. Warung Sofiati sudah punya banyak pelanggan. Selain rasa yang bikin lidah nyaman, harga yang pas di kantong juga jadi alasan pembeli datang kembali.    

Di pasar tradisional, teori ekonomi diuji dan lebih sering tumbang. Dalil ekonomi pasar mikro dihitung berdasarkan kalkulator dagang sederhana: Modal - harga barang = laba.

Baca Juga:Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang

“Untuk harga-harga belum naik, tapi yang lain merambat sedikit,” katanya perlahan.

Harga telur misalnya yang sebelumnya Rp28 ribu, kini memantul di kisaran Rp30 ribu. Kadang turun, mendadak naik. Tidak ada pola yang jelas.

Sementara bumbu dapur seperti bawang, cabai, dan rempah-rempah kering mulai “menyesuaikan” harga tanpa pemberitahuan. “Biasanya naik dua kali lipat. Misal dari harga normal Rp5.000 bisa jadi Rp10.000. Seminggu sebelum Lebaran bisa lebih naik lagi.”

Di warung-warung kecil, setiap kenaikan harga bahan pokok bukan sekadar data statistik. Sebab perubahan harga berarti modal yang meningkat; keuntungan menyusut; dan daya beli pelanggan terkorosi.

Sofiati mengaku tidak bisa gegabah menaikkan harga sepiring nasi untuk menutup modal belanja. Meskipun dengan risiko biaya belanja naik yang otomatis mengurangi margin keuntungan. “Modal lebih besar, otomatis untungnya lebih sedikit.”

Baca Juga:8 Tempat Camping di Magelang untuk Wisata Akhir Pekan Syahdu Anti Bising Kota

Stabil Tapi Rentan

Pedagang grosir di Pasar Borobudur mulai merasakan kenaikan harga pada beberapa bahan pokok. (Suara.com/ Angga Haksoro Ardi).
Pedagang grosir di Pasar Borobudur mulai merasakan kenaikan harga pada beberapa bahan pokok. (Suara.com/ Angga Haksoro Ardi).

Minyak goreng yang menjadi komoditas penting dalam operasional rumah makan masih relatif stabil. Sofiati memperkirakan kebutuhan minyak goreng di warungnya bisa sampai 12 liter per minggu.“Harga minyak masih standar, masih stabil,” katanya.

Meski begitu, Sofiati tidak bisa sepenuhnya anteng. Pengalaman bertahun-tahun mengajarkan bahwa harga yang stabil hari ini bisa jadi melonjak besok. Apalagi ini hampir bulan puasa.

Di Pasar Borobudur kami menemui Siti Rahmawati, salah satu pedagang grosir bahan-bahan pokok. Di sini cerita mengalir bahwa kenaikan harga terjadi lebih cepat dan nyata.

Harga telur ayam yang semula Rp27 ribu, per hari ini naik menjadi Rp28 ribu—dan itu baru permulaan. Menurut Siti, dari pengalaman sebelumnya saat Lebaran, harga telur bisa tembus Rp30 ribu per kilogram.

Minyak goreng, terutama merek yang tidak disubsidi seperti Rizki dan Hemart, mulai naik harga. Dari Rp190 ribu per karton, naik menjadi Rp193 ribu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak