Baca 10 detik
- Warga Desa Sambeng menolak keras penambangan tanah urug karena dinilai merusak lingkungan dan berpotensi cacat hukum.
- Kepala Desa Sambeng, Rowiyanto, menghilang saat demonstrasi warga memuncak, memicu spekulasi dan kekecewaan publik.
- Proses perizinan penambangan diduga bermasalah karena mencantumkan nama dua pihak yang sudah meninggal dunia.
Kaur Umum Desa Sambeng, Teguh, membenarkan bahwa Kepala Desa Sambeng, Rowiyanto menghilang hingga tidak berada di kantor. Meskipun demikian, pelayanan administrasi desa tetap berjalan melalui Sekretaris Desa.
Teguh juga mengungkapkan bahwa sudah ada surat teguran dari Camat Borobudur agar Kepala Desa segera menghadap.
Bahkan, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) telah tiga kali mengirimkan surat peringatan kepada Rowiyanto.
"Kami berharap suatu saat beliau kembali dan bisa menjelaskan semuanya," ujar Teguh.
Baca Juga:Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi