- Mahasiswa Undip bernama Arnendo (20) menjadi korban pengeroyokan pada November 2025 setelah dilaporkan atas dugaan pelecehan seksual.
- Pihak universitas mengakui adanya laporan pelecehan seksual terhadap tiga mahasiswi, namun mengutuk aksi main hakim sendiri yang terjadi.
- Akibat pengeroyokan tersebut, Arnendo mengalami luka parah dan keluarganya telah melaporkan insiden kekerasan itu ke Polrestabes Semarang.
Pukulan bertubi-tubi mendarat, yang diduga kuat melibatkan lebih dari satu orang pelaku. Kuat dugaan, salah satu pengeroyok memiliki motif asmara dan menyimpan perasaan terhadap mahasiswi yang diduga menjadi korban pelecehan.
Dampak dari pengeroyokan tersebut sangat fatal. Arnendo menderita luka parah, termasuk patah tulang hidung, gegar otak, dan gangguan serius pada saraf mata yang membutuhkan perawatan medis berkelanjutan.
Selain luka fisik, trauma psikologis membuat Arnendo terpaksa mengambil cuti kuliah untuk menghindari pertemuan dengan para terduga pelaku.
Saat ini, pihak keluarga Arnendo telah membawa kasus pengeroyokan tersebut ke jalur hukum dengan membuat laporan resmi di Polrestabes Semarang pada 16 November 2025, dan proses penyelidikan oleh kepolisian masih terus bergulir.
Baca Juga:Bukan Lagi Tradisi, Pungli di PPDS Resmi Jadi Pidana: Dokter Senior Divonis 9 Bulan