Peta Jalur Rawan Longsor di Magelang: Waspada Saat Mudik Lebaran 2026!

Polresta Magelang waspada longsor jalur mudik Lebaran 2026. Rambu peringatan dipasang di jalur rawan (Selo, Kopeng). Polisi imbau hati-hati.

Budi Arista Romadhoni
Jum'at, 13 Maret 2026 | 06:31 WIB
Peta Jalur Rawan Longsor di Magelang: Waspada Saat Mudik Lebaran 2026!
Ilustrasi jalan longsor. [Dok Suara.com/AI]
Baca 10 detik
  • Polresta Magelang memasang rambu peringatan rawan longsor di jalur mudik Lebaran 2026 karena prediksi BMKG curah hujan masih tinggi.
  • Titik rawan longsor utama berada di jalur Magelang-Selo, jalur Kopeng menuju Salatiga, serta lereng gunung di Kabupaten Magelang.
  • Operasi Ketupat Candi 2026 melibatkan 675 personel dari 13 hingga 25 Maret 2026, termasuk pembatasan truk tambang.

SuaraJawaTengah.id - Polresta Magelang telah mengambil langkah antisipasi serius menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, khususnya longsor, di jalur mudik Lebaran 2026.

Rambu-rambu peringatan telah dipasang di sejumlah lokasi rawan longsor, terutama di jalur-jalur pegunungan yang menjadi favorit pemudik.

"Prediksi BMKG di pertengahan Maret, curah hujan masih tinggi. Kami mengimbau masyarakat yang akan menuju Magelang untuk waspada karena beberapa titik (jalur mudik) rawan longsor,” kata Kapolresta Magelang Kombes Pol Herbin Sianipar, usai gelar pasukan Operasi Ketupat Candi 2026, Kamis (12/3).

Operasi ini akan berlangsung dari 13 hingga 25 Maret 2026, melibatkan 675 personel kepolisian, dibantu TNI, pemerintah daerah, BPBD, dan Basarnas.

Baca Juga:Promo Hampers Lebaran Superindo Diskon Gila-gilaan, Bingkisan Idul Fitri Cuma Rp70 Ribuan

Kabupaten Magelang, yang merupakan jalur tengah Pulau Jawa, menjadi salah satu jalur utama mudik yang padat.

Kasatlantas Polresta Magelang, Kompol Nyi Ayu Fitria Facha, menjelaskan bahwa beberapa titik krusial perlu diwaspadai.

Selain potensi kemacetan, ancaman longsor menjadi perhatian utama, terutama di jalur-jalur pegunungan.

Peta Jalur Rawan Longsor dan Titik Krusial Lainnya: 

1. Jalur Magelang menuju Selo (Perbatasan Boyolali):  Ini adalah salah satu jalur pegunungan yang paling rawan longsor. Medan jalan yang berkelok dan penerangan yang terbatas menambah risiko. Pemudik yang melintasi jalur ini, terutama yang menuju Boyolali atau sebaliknya, harus ekstra hati-hati.
2. Jalur Kopeng (Menuju Salatiga):  Mirip dengan jalur Selo, jalur Kopeng juga memiliki karakteristik pegunungan dengan tikungan tajam dan penerangan minim. Potensi longsor di sini juga tinggi, terutama saat hujan deras. Jalur ini disarankan untuk kendaraan yang sesuai dengan medan pegunungan.
3. Wilayah Lereng Gunung di Kabupaten Magelang:  Secara umum, seluruh wilayah di lereng gunung di Kabupaten Magelang memiliki potensi longsor. Bupati Magelang, Grengseng Pamuji, secara khusus mengingatkan, "Kami mengimbau untuk berhati-hati dan antisipasi kondisi cuaca. Untuk wilayah di lereng gunung dengan longsor dan mungkin banjir lahar dingin." Ini mencakup area-area di sekitar Gunung Merapi dan Merbabu yang sering dilalui pemudik.

Baca Juga:5 Cara Mudik Lebaran 2026 Lebih Aman dengan Program Mudik Motor Gratis

Selain titik rawan longsor, pemudik juga perlu mewaspadai titik kemacetan. Titik macet paling krusial berada di kawasan Payaman–Sambung yang memiliki bottleneck  atau penyempitan jalan, serta di Simpang Artos.

"Untuk Payaman-Sambung masih ada bottleneck , tetapi struktur jalannya sudah diperbaiki sehingga lebih halus,” kata Kompol Nyi Ayu.

Di Simpang Artos, polisi menyiapkan rekayasa lalu lintas sistem delay  dan mengurangi frekuensi persimpangan arus kendaraan, yang akan diterapkan secara situasional.

Untuk mengantisipasi kepadatan di jalur utama, polisi menyiapkan sejumlah jalur alternatif. Salah satunya melalui Simpang Secang menuju Pucang hingga tembus wilayah Menowo, yang dapat digunakan jika jalur Payaman mengalami kemacetan. Jalur alternatif juga disiapkan melalui kawasan Selo di perbatasan Magelang–Boyolali, serta jalur Kopeng menuju Salatiga dengan penyesuaian jenis kendaraan yang melintas.

Untuk mengurangi kepadatan lalu lintas dan risiko kecelakaan, kepolisian memberlakukan pembatasan operasional kendaraan berat, termasuk truk pengangkut pasir tambang galian C, mulai 13 hingga 29 Maret 2026.

"Untuk kendaraan pengangkut tambang seperti pasir sudah dibatasi operasionalnya. Jika masih melanggar, kendaraan akan kami putar balikkan,” tegas Kompol Nyi Ayu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak