- Jalan Gajahmada di Semarang kini populer sebagai Blok GM, yakni pusat tongkrongan baru bagi anak muda setempat.
- Julukan Blok GM muncul dari aktivitas komunitas otomotif dan banyaknya kedai kopi yang buka selama 24 jam.
- Kawasan ini menjadi ruang sosial bagi anak skena untuk mengekspresikan gaya hidup dan bersantai di tengah kota.
Munculnya Julukan Blok GM
![Suasana jalan Gajahmada Semarang saat banyak komunitas yang nongkrong. [Suara.com/IFN]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/02/87284-jalan-gajah-mada-semarang.jpg)
Istilah Blok GM dipopulerkan komunitas pencinta mobil klasik yang rutin kopdar atau ngopi pagi setiap hari Minggu. Selama beberapa jam, bahu jalan di kanan-kiri Jalan Gajahmada seolah berubah menjadi museum otomotif, dipenuhi mobil-mobil klasik.
Mobil-mobil klasik seperti Shelby Cobra, Land Cruiser, hingga motor-motor retro berjajar rapi, menghadirkan pesona masa lalu di tengah hiruk-pikuk kota modern. Aktivitas ini kemudian melahirkan julukan Blok GM untuk kawasan tersebut.
Item Gede Sudiarta, salah seorang pencinta otomotif, menceritakan bahwa kebiasaan warga berkumpul setiap Minggu pagi di kawasan itu muncul secara alami. Bahkan viralnya Blok GM sebagai spot favorit pecinta otomotif justru bermula dari hal yang tak terduga.
Baca Juga:Miris! Sopir Truk Kawasan Industri Terboyo Keluhkan Iuran Pemeliharaan Tapi Jalannya Banyak Rompal
"Dulu itu kami iseng, kami nongkrong ada dua mobil, foto-foto, terus kebetulan pas ada orang lari pagi, ada yang sepedaan. Kita upload di sosial media, malah viral," ungkap Item.
Foto yang dibagikan Item menampilkan suasana khas era 1990-an. Dalam sekejap, banyak orang khususnya pencinta otomotif ikut datang untuk nongkrong. Sebutan Blok GM pun mulai familiar di kalangan masyarakat Kota Semarang.
"Orang-orang bilang di Semarang juga harus ada yang kayak Blok M Jakarta. Makanya kita pakai nama Blok GM. Komunitas ini organik banget, nggak ada yang maksa atau ngatur. Semua tumbuh karena orang pingin kumpul," paparnya.
Bagi Item, Blok GM bukan sekadar tempat atau ajang untuk pamer kendaraan. Kawasan ini berperan sebagai ruang sosial baru, siapa pun bisa bertukar pengalaman merawat kendaraan klasik sekaligus ngobrol soal dunia otomotif secara umum.
"Kami awalnya terinspirasi akun Semarang 90s, pengen menghadirkan suasana nostalgia. Tapi sekarang, semua jenis kendaraan bisa ikut hadir, tanpa batasan tahun atau genre," tukasnya.
Baca Juga:6 Fakta Misteri Hilangnya Nenek Wakijem, Lansia 84 Tahun Tersesat di Hutan
Berawal dari tongkrongan pencinta otomotif, Blok GM menjadi ruang bagi anak muda mengekspresikan diri. Kawasan ini seperti kota yang tak pernah tidur, memberikan momen hangat bagi siapa saja yang datang untuk berkumpul dan bersantai.
Kontributor: IFN