Tak Cukup Hanya Kuratif, Sarif Abdillah Ungkap Kunci Sehat Masyarakat Jateng: Fokus ke Preventif!

DPRD Jateng dorong penguatan program promotif-preventif kesehatan masyarakat melalui kolaborasi lintas sektor dan inovasi layanan untuk tingkatkan kualitas SDM yang produktif.

Budi Arista Romadhoni
Selasa, 07 April 2026 | 19:14 WIB
Tak Cukup Hanya Kuratif, Sarif Abdillah Ungkap Kunci Sehat Masyarakat Jateng: Fokus ke Preventif!
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah. [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah mendesak pemerintah daerah menggencarkan program promotif dan preventif demi meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
  • Data tahun 2025 menunjukkan tingginya kasus penyakit menular dan tidak menular yang memerlukan perencanaan sistematis serta integrasi layanan kesehatan berjenjang.
  • Pemerintah daerah diharapkan terus mendukung inovasi layanan kesehatan seperti dokter spesialis keliling untuk menjangkau masyarakat hingga ke tingkat desa.

SuaraJawaTengah.id - Provinsi Jawa Tengah serta kabupaten/kota diminta untuk terus menggencarkan program promotif dan preventif dalam meningkatkan taraf kesehatan masyarakat.

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah menegaskan, kesehatan adalah pondasi utama pembangunan yang menentukan kualitas sumber daya manusia (SDM) produktif dan berkelanjutan.

“Tanpa masyarakat sehat, pembangunan infrastruktur tidak akan berjalan optimal. Investasi pada kesehatan, seperti gizi dan layanan dasar, juga akan menciptakan generasi tangguh,” ungkapnya.

Kakung, sapaan akrab Sarif Abdillah, menambahkan, perlu perencanaan pembangunan kesehatan yang sistematis, terarah, terpadu dan menyeluruh, serta dibutuhkan keterlibatan berbagai sektor dalam pelaksanaannya.

Baca Juga:Gagal SNBP 2026? Ini 7 Politeknik Swasta Terbaik di Jateng dan Jogja

“Karena dalam pembangunan kesehatan akan banyak tantangan, sehingga harus dilakukan secara komprehensif, sekaligus menguatkan pelayanan kesehatan,” jelas politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah pada 2025, ditemukan 9.020 kasus baru Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan kematian 75 jiwa. Selain itu, temuan Tuberkulosis (TBC) sebanyak 89.967 kasus, HIV baru 6.222 kasus, Malaria 703 kasus, Pneumonia pada balita 88.037 kasus, dan campak 7.195 kasus.

Dalam kasus penyakit tidak menular (PTM), Hipertensi sebanyak 5.070.175 atau 70%. Adapun di urutan kedua adalah obesitas dengan 1.073.870 kasus atau 14,86%.

“Angka-angka ini menegaskan pada kita bahwa layanan kuratif dan deteksi dini tidak cukup, tanpa upaya promosi kesehatan yang kuat, berdampingan dengan preventif dan kuratif,” ujar Kakung.

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah. [Istimewa]
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah. [Istimewa]

Menurut Kakung, upaya promotif merupakan hal utama yang bisa dilakukan agar bisa menjadikan sehat sebagai suatu pilihan yang mudah.

Baca Juga:Sarif Abdillah Ungkap Strategi Entaskan Kemiskinan di Jateng: Optimalisasi Aset hingga Validasi Data

“Promotif bukan melulu kampanye. Ini menyangkut soal lingkungan pendukung hidup sehat yakni ketersediaan makanan atau minuman yang lebih sehat, maupun ruang publik yang mendukung aktivitas fisik,” jelasnya.

Kakung sendiri mengapresiasi program pelayanan kesehatan dokter spesialis keliling (Speling) yang telah dijalankan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Program ini menghadirkan layanan spesialis hingga tingkat desa.

“Ini model inovasi kesehatan yang layak diterapkan dan dijalankan secara berkelanjutan,” jelas legislator dari daerah pemilihan (dapil) Banyumas dan Cilacap ini.

Menurut Kakung, sistem layanan kesehatan yang tersusun berjenjang untuk memudahkan pengendalian penyakit.

“Dari desa bisa terintegrasi di kecamatan, kabupaten/kota lalu terintegrasi ke provinsi untuk pengendalian beberapa penyakit,” jelasnya.

Selama ini, Hari Kesehatan Sedunia diperingati pada 7 April. Pada tahun 2026, Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengusung tema “Together for Health. Stand with Science” yang menegaskan pentingnya kolaborasi berbasis ilmu pengetahuan dalam menjaga kesehatan manusia dan lingkungan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak