- Solihin, petani asal Kabupaten Pekalongan, dilaporkan hilang setelah tidak pulang dari sawah pada Sabtu, 4 April 2026.
- Warga menemukan korban dalam kondisi lemah dan tanpa busana di Desa Bubak pada Minggu, 5 April 2026.
- Korban saat ini dirawat intensif di RSUD Kajen akibat luka fisik dan kondisi kejiwaan yang masih linglung.
Ia juga menambahkan detail terkait lokasi penemuan korban.
“Sekitar pukul 07.30 WIB, salah satu warga melihat korban tergeletak di atas rumput di persawahan Desa Bubak dalam keadaan telanjang bulat. Jarak lokasi penemuan ini sekitar 7 kilometer dari lokasi sawah milik korban,” jelasnya sebagaimana dikutip dari laman resmi Humas Polri.
5. Luka fisik dan penanganan medis korban
Saat ditemukan, tubuh korban dipenuhi luka goresan dan beberapa memar yang diduga akibat benturan.
Baca Juga:Profil Fadia A Rafiq: Putri Raja Dangdut yang Karier Politiknya Terhenti Akibat OTT KPK
Melihat kondisinya yang sangat lemah, korban langsung dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Kandangserang.
Karena kondisi fisiknya menurun drastis, korban kemudian dirujuk ke RSUD Kajen untuk mendapatkan perawatan intensif.
Hingga saat ini, korban belum dapat dimintai keterangan karena masih dalam kondisi linglung.
6. Lokasi dikenal “wingit”, muncul spekulasi warga
Peristiwa ini memicu berbagai spekulasi di kalangan masyarakat. Lokasi sawah tempat korban bekerja disebut-sebut sebagai area yang cukup “wingit”.
Baca Juga:Gara-gara Kecombrang, Nasi Megono Pekalongan Resmi Jadi Warisan Budaya Nasional!
Beberapa warga bahkan mengaitkan kejadian ini dengan hal-hal mistis, terlebih karena sebelumnya pernah terjadi peristiwa serupa di lokasi yang sama.
Namun, pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi berlebihan dan tetap menunggu hasil penyelidikan resmi.
Melalui pernyataannya, pihak kepolisian juga mengingatkan masyarakat, khususnya para petani, agar lebih waspada saat beraktivitas di lahan yang jauh dari pemukiman.
Petani disarankan untuk tidak bekerja sendirian dan tetap menjaga keselamatan diri, terutama di area yang terpencil.
Kontributor : Dinar Oktarini