- Tanjakan Silayur di Semarang sering terjadi kecelakaan truk akibat lemahnya pengawasan jam operasional dan kelebihan muatan kendaraan.
- Dua insiden kecelakaan truk berat terjadi pada bulan April 2026 yang menyoroti pelanggaran aturan di jalur tersebut.
- Anggota DPRD Jateng mendesak pemerintah memperketat pengawasan rutin serta menerapkan solusi teknis demi keselamatan pengguna jalan umum.
Namun, dengan perbaikan infrastruktur yang membutuhkan biaya fantastis, penegakan aturan menjadi solusi jangka pendek yang paling realistis.
Sudarsono menegaskan, penegakan hukum tidak boleh lagi bersifat insidental atau reaktif setelah insiden terjadi. Dibutuhkan sinergi berkelanjutan antara Pemkot, Kepolisian, dan Dinas Perhubungan untuk melakukan patroli dan pengawasan rutin.
“Penegakan aturan harus diperketat dan tidak boleh hanya bersifat insidental setelah terjadi kecelakaan. Ini perlu pengawasan rutin dan melibatkan berbagai pihak agar kejadian serupa tidak terus berulang,” katanya.
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Jateng yang akrab disapa Mas Sudar ini mendesak agar langkah konkret segera diimplementasikan.
Baca Juga:Cuaca Semarang Kamis 23 April 2026: Siap-siap Payung! BMKG Prediksi Hujan Ringan Bakal Turun
Wacana seperti pemasangan portal pembatas ketinggian dan penggunaan timbangan portabel di lokasi harus dipercepat.
“Jangan sampai masyarakat terus menjadi korban karena lemahnya pengawasan. Aturan sudah ada, tinggal bagaimana semua pihak serius menegakkannya demi keselamatan bersama,” pungkasnya.