Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan

Kisah Nuryadin, guru ngaji di Muntilan yang hidup serba terbatas namun tetap mengabdi tanpa pamrih, menyoroti minimnya perhatian sistem pendidikan terhadap guru ngaji kampung.

Budi Arista Romadhoni
Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:31 WIB
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
Ilustrasi guru ngaji yang hanya dibayar Rp50 ribu sebulan. [Dok Suara.com/AI]
Baca 10 detik
  • Nuryadin, seorang guru ngaji di Muntilan, sejak tahun 2000 mendedikasikan diri mengajar agama tanpa memungut bayaran dari muridnya.
  • Di luar kegiatan mengajar, Nuryadin menjalani pekerjaan serabutan dan bertani untuk memenuhi kebutuhan hidup serta biaya pendidikan keluarganya.
  • Pembangunan ruang belajar baru bagi santri dilakukan melalui bantuan donasi komunitas setelah bertahun-tahun Nuryadin mengajar dengan keterbatasan fasilitas.

Kini ia mengajar di satu musala dan beberapa kelompok kecil di lingkungan sekitar. Di rumahnya, lima anak belajar mengaji secara rutin. Materinya tidak lagi dasar tapi mulai masuk ilmu tafsir. “Sekarang saya ngajar tafsir Yasin.”

Kelima muridnya telah menyelesaikan ilmu fikih dasar dan pelajaran akhlak. Untuk sampai pada tahap itu, dibutuhkan waktu bertahun-tahun.

Satu siklus pembelajaran dasar bisa memakan waktu sekitar satu tahun. Belajar tafsir, bisa lebih lama.

Targetnya sederhana: anak-anak itu bisa membawa ilmu yang mereka pelajari ke lingkungan sekitarnya. “Biar nanti bisa bermanfaat,” ujarnya.

Baca Juga:Peta Jalur Rawan Longsor di Magelang: Waspada Saat Mudik Lebaran 2026!

Gubuk untuk Mengaji

Di samping rumahnya, ada gubuk yang nyaris roboh. Bekas dapur lama. Dindingnya yang terbuat dari gedek sudah hilang seluruhnya.

Nuryadin berencana membangun gubuk itu menjadi pondok tempatnya mengajar mengaji. Bukan bangunan permanen, hanya ruang semi terbuka yang cukup layak untuk menampung anak-anak belajar.

Perbaikan itu tidak sepenuhnya ditanggungnya sendiri. Ada bantuan dari komunitas dan warga sekitar.

Lembaga swadaya masyarakat Sapu Jagad Gunung dan Mualaf Center Indonesia Peduli membantu Nuryadin mewujudkan harapannya.

Baca Juga:Anjing Pelacak Diterjunkan Cari Korban Hilang Banjir Lahar Hujan di Sungai Senowo

Dari dana patungan—termasuk donasi Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia, Boyamin Saiman— akan dibangun ruang semi permanen untuk belajar ngaji.   

“Ya pertama saya sangat bersukur. Cuma saya tidak bisa membalas apa-apa,” katanya pelan.

Insentif Guru Agama

Nuryadin mengaku tidak tahu sumber angggaran bantuan honor Rp150 ribu yang diterimanya setiap 3 bulan. Apakah jumlah itu cukup untuk menunjang aktivitas mengajar—termasuk ke kampung sebelah—dia menjawab singkat: “Tidak cukup.”

Tapi tidak ada nada mengeluh dalam jawabannya. Tidak juga ia menyebut sistem pendidikan salah dan mengabaikan nasib para guru ngaji di kampung. “Habis mau protes ke siapa,” katanya.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebenarnya sudah mengalokasikan anggaran untuk insentif guru agama non-ASN. Besar anggaran tahun ini naik dari Rp250 miliar menjadi Rp300 miliar.   

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak