- Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya mengunjungi Taman Reptil Adiluhur, Kebumen, pada Selasa, 3 November 2026.
- Guru SD Rytha dan periset kopi Totok membagikan kisah pengembangan UMKM lokal melalui konten digital serta kopi Liberika.
- Kementerian Ekonomi Kreatif menggelar program Aktivasi Desa Kreatif untuk memperkuat kapasitas dan keterampilan masyarakat di Kebumen.
Potensi semacam itulah yang ingin dikembangkan Kementerian Ekonomi Kreatif melalui program Aktivasi Desa Kreatif di Desa Adiluhur. Dalam kunjungan tersebut, kementerian menghadirkan lima kegiatan untuk memperkuat keterampilan dan kapasitas masyarakat, mulai dari konten digital, penyiaran, jasa teknologi informasi dan komunikasi, literasi bisnis, hingga seni pertunjukan.
Melalui Workshop Konten Digital, sebanyak 50 peserta mendapatkan pembekalan mengenai pembuatan konten dan pemanfaatan platform digital untuk mempromosikan produk lokal. Sementara itu, program Xcelerator membekali 50 peserta dengan keterampilan olah vokal, artikulasi, public speaking, dan storytelling untuk mengembangkan talenta penyiaran serta produksi konten radio, televisi, dan podcast.
Penguatan juga dilakukan melalui Workshop SIAP Talenta Jasa TIK yang mengangkat tema Strategi Professional Image Building dalam Bisnis. Para peserta diajak membangun kepercayaan konsumen melalui tampilan usaha, cara berkomunikasi, dan kualitas pelayanan. Di sisi lain, kegiatan Literasi Bisnis memberikan pemahaman mengenai penyusunan model bisnis, pengelolaan keuangan, dan akses pembiayaan bagi pelaku ekonomi kreatif.
Sementara itu, Workshop Harmoni Seni Pertunjukan diarahkan untuk meningkatkan kualitas karya, manajemen pertunjukan, pemasaran, dan monetisasi. Dengan begitu, seni dan budaya lokal tidak hanya terpelihara sebagai warisan, tetapi juga memiliki peluang berkembang menjadi kegiatan ekonomi yang melibatkan masyarakat.
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan, kekuatan ekonomi kreatif Indonesia tidak hanya berada di kota-kota besar. Desa memiliki sumber daya, kekayaan budaya, kreativitas, dan potensi usaha yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi apabila didukung keterampilan, akses, serta ekosistem yang memadai.
Menurut Riefky, pemerintah perlu memastikan masyarakat desa tidak hanya menjadi penerima program, tetapi juga menjadi pelaku utama dalam mengembangkan potensi daerahnya. Karena itu, pelatihan perlu disertai pendampingan, penguatan jejaring, dan pembukaan akses pasar agar kreativitas dapat berkembang menjadi usaha yang berkelanjutan.
Baca Juga:Dampingi Prabowo Panen Raya, Ahmad Luthfi Sebut Budidaya Udang Memiliki Prospek Bagus
“Dari cerita Rytha dan Pak Totok kita belajar, kreativitas bisa tumbuh dari berbagai hal sederhana di sekitar kita. Ada yang memanfaatkan teknologi untuk membantu UMKM, ada yang mengembangkan produk lokal melalui riset dan inovasi. Potensi itu sudah ada. Tugas kita adalah membantu mereka meningkatkan kapasitas, membuka akses, dan menghubungkan karya mereka dengan pasar yang lebih luas,” ujar Riefky.
Ia berharap Aktivasi Desa Kreatif dapat memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, komunitas, pelaku usaha, dan industri. Dengan dukungan tersebut, masyarakat desa diharapkan memiliki kemampuan untuk mengembangkan potensi lokal sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru.
“Kita ingin desa menjadi tempat lahirnya produk dan karya kreatif, tempat tumbuhnya pelaku usaha, talenta, dan lapangan pekerjaan baru. Kreativitas masyarakat harus bisa menghasilkan nilai tambah, dan meningkatkan kesejahteraan. Inilah yang kita maksud ketika berbicara tentang mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah,” kata Riefky.