- Indonesia melampaui target medali di Asian Games dan Asian Para Games 2026.
- Husnul Hadi menilai prestasi harus dibarengi evaluasi sistem pembinaan olahraga nasional.
- Ia mendorong pembinaan atlet yang lebih berkelanjutan, inklusif, dan berbasis sport science.
SuaraJawaTengah.id - Dosen PJKR Universitas PGRI Semarang, Husnul Hadi, menilai capaian kontingen Indonesia pada Asian Games dan Asian Para Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang, patut diapresiasi karena berhasil melampaui target medali.
Meski demikian, ia mengingatkan agar keberhasilan tersebut tidak hanya dilihat dari jumlah medali, tetapi juga menjadi bahan evaluasi terhadap sistem pembinaan olahraga nasional.
Pada Asian Games 2026, Indonesia meraih 5 medali emas, 11 perak, dan 23 perunggu, atau total 39 medali. Hasil tersebut mengantarkan Indonesia ke peringkat ke-16 klasemen akhir sekaligus melampaui target awal empat medali emas.
Sementara itu, kontingen Indonesia pada Asian Para Games 2026 mencatatkan hasil lebih impresif dengan raihan 15 medali emas, 21 perak, dan 37 perunggu.
Baca Juga:Timnas Indonesia U-24 Dapat Keuntungan di Asian Games 2022, Apa Itu?
Total 73 medali tersebut menempatkan Indonesia di posisi kedelapan dan membawa Indonesia masuk jajaran 10 besar kekuatan olahraga disabilitas Asia setelah melampaui target awal tujuh medali emas.
Menurut Husnul Hadi, dua capaian tersebut menunjukkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk terus berkembang sebagai kekuatan olahraga di Asia.
"Prestasi tidak seharusnya hanya dimaknai sebagai jumlah medali yang diperoleh. Prestasi juga perlu dipahami sebagai indikator kualitas sistem pembinaan, efektivitas kebijakan, dan keberlanjutan pengembangan atlet," ujar Hadi pada Rabu (4/11/2026).
Capaian Asian Games Perlu Dibaca Secara Kritis
Husnul Hadi mengapresiasi keberhasilan Indonesia meraih lima medali emas pada Asian Games 2026. Raihan emas dari cabang bulu tangkis, angkat besi, panjat tebing, dan panahan menunjukkan bahwa atlet Indonesia masih mampu bersaing di level tertinggi Asia.
Baca Juga:Tanpa Ramadhan Sananta, Ini Opsi Penyerang untuk Timnas Indonesia di Asian Games 2022
Ia menyoroti keberhasilan Nurisa Dian Ashrifah yang mempersembahkan medali emas pertama Indonesia dari cabang panahan sepanjang sejarah keikutsertaan Indonesia di Asian Games.
Selain itu, kemenangan tim bulu tangkis beregu putra atas China setelah sempat tertinggal 0-2 dinilai menjadi bukti kuatnya mental bertanding dan daya juang atlet Indonesia.
Namun demikian, Husnul Hadi mengingatkan bahwa capaian lima medali emas pada Asian Games 2026 lebih rendah dibandingkan Asian Games 2022 di Hangzhou.
"Fakta ini perlu menjadi bahan evaluasi, bukan untuk mengurangi apresiasi terhadap atlet, melainkan untuk melihat secara objektif perkembangan daya saing olahraga Indonesia," katanya.
Ia mempertanyakan sejauh mana pembinaan olahraga nasional telah berjalan secara sistematis, berbasis ilmu pengetahuan, dan didukung oleh ekosistem yang mampu menghasilkan atlet berprestasi secara konsisten.
Menurutnya, Indonesia tidak bisa terus bergantung pada cabang olahraga tradisional yang selama ini menjadi penyumbang medali. Penguatan pembinaan usia dini, peningkatan kualitas pelatih, pemanfaatan sport science, serta pengembangan cabang olahraga yang memiliki peluang kompetitif perlu terus dilakukan.