Asian Games 2026 Ungkap Potensi Atlet Indonesia, Sistem Pembinaan Jadi Pekerjaan Rumah

Capaian Indonesia di Asian Games dan Asian Para Games 2026 harus menjadi momentum memperkuat sistem pembinaan olahraga nasional.

Nur Khotimah | Rosiana Chozanah
Rabu, 04 November 2026 | 16:55 WIB
Asian Games 2026 Ungkap Potensi Atlet Indonesia, Sistem Pembinaan Jadi Pekerjaan Rumah
Pebulu tangkis ganda putra Indonesia peraih medali emas Leo Carnando (kedua kanan) dan Daniel Marthin (kedua kiri) dan peraih medali perunggu Fajar Alfian (kiri) dan M Shohibul Fikri (kanan) berfoto bersama usai upacara medali final bulu tangkis ganda putra Asian Games 2026 di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Nagoya, Aichi, Jepang, Selasa (29/9/2026). [ANTARA FOTO/Fauzan/wsj]
Baca 10 detik
  • Indonesia melampaui target medali di Asian Games dan Asian Para Games 2026.
  • Husnul Hadi menilai prestasi harus dibarengi evaluasi sistem pembinaan olahraga nasional.
  • Ia mendorong pembinaan atlet yang lebih berkelanjutan, inklusif, dan berbasis sport science.

Asian Para Games Jadi Momentum Mendorong Kesetaraan

Lebih lanjut, Husnul Hadi menilai capaian Indonesia pada Asian Para Games 2026 memiliki makna yang lebih luas dibanding sekadar keberhasilan melampaui target medali.

"Raihan 15 medali emas dan posisi kedelapan Asia menunjukkan bahwa atlet disabilitas Indonesia memiliki kapasitas luar biasa untuk berkompetisi dan mencapai prestasi internasional," ujarnya.

Menurut dia, keberhasilan tersebut menjadi pengingat bahwa keterbatasan akses dan fasilitas tidak boleh menjadi penghalang bagi seseorang untuk mengembangkan potensi olahraga.

Baca Juga:Timnas Indonesia U-24 Dapat Keuntungan di Asian Games 2022, Apa Itu?

Karena itu, pembinaan olahraga disabilitas perlu diposisikan sebagai bagian integral dari pembangunan olahraga nasional, bukan sekadar program pelengkap. Dukungan kebijakan, pendanaan, fasilitas, ilmu pengetahuan, hingga pengembangan sumber daya manusia perlu diberikan secara setara.

Husnul Hadi juga menekankan pentingnya penguatan sistem identifikasi talenta disabilitas sejak usia dini, peningkatan akses fasilitas olahraga yang inklusif, serta pemanfaatan teknologi dan sport science yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing atlet.

"Prestasi Asian Para Games 2026 seharusnya menjadi momentum untuk membangun paradigma olahraga yang lebih inklusif, berkeadilan, dan berorientasi pada potensi manusia," katanya.

Dorong Evaluasi Menyeluruh Sistem Pembinaan

Lebih jauh, Husnul Hadi menyebut keberhasilan Indonesia pada kedua ajang tersebut perlu diikuti evaluasi menyeluruh terhadap sistem pembinaan olahraga nasional.

Baca Juga:Tanpa Ramadhan Sananta, Ini Opsi Penyerang untuk Timnas Indonesia di Asian Games 2022

Menurutnya, pembinaan atlet harus dilakukan secara berjenjang dan berkelanjutan melalui keterhubungan antara sekolah, klub, pusat pembinaan, perguruan tinggi, dan organisasi olahraga.

Selain itu, pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi olahraga juga perlu menjadi bagian penting dalam pengambilan keputusan, mulai dari pengukuran kemampuan fisik, analisis teknik, biomekanika, psikologi olahraga, nutrisi, hingga pemantauan beban latihan.

Ia juga menekankan pentingnya kebijakan olahraga berbasis data melalui identifikasi talenta, pemetaan potensi atlet, evaluasi program latihan, dan pengukuran perkembangan prestasi yang didukung sistem informasi terintegrasi.

Di sisi lain, kesejahteraan atlet juga dinilai perlu mendapat perhatian serius.

"Atlet bukan sekadar instrumen pencapaian medali, melainkan manusia yang membutuhkan jaminan pendidikan, kesehatan, perlindungan, dan masa depan setelah menyelesaikan karier kompetitifnya," ujar Hadi.

Ia menambahkan bahwa konsistensi kebijakan lintas periode menjadi faktor penting agar program pembinaan olahraga dapat berjalan berkesinambungan dan tidak berubah setiap kali terjadi pergantian kepemimpinan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak