SuaraJawaTengah.id - Kapolres Banyumas, AKBP Bambang Yudhantara menjelaskan kronologi saat Deni Priyanto (37) memutilasi dan membakar mayat KW (51), wanita yang menjadi kekasih gelap tersangka.
Menurutnya, aksi pembunuhan itu saat Deni berangkat ke Bandung, Jawa Barat untuk menemui korban. Dari Banyumas, Deni berangkat menumpang bus singgah ke indekosnya Jalan Rancamekar Kecamatan Rancasari, Kota Bandung pada Kamis (4/7/2019) malam.
Saat pertemuan itu, korban meminta Deni untuk mengembalikan uang yang dipinjamkan yang totalnya mencapai Rp 25 juta. Saat itu, korban juga meminta agar Deni menikahkannya secara siri.
Saat itulah, Deni semakin yakin untuk menghabisi nyawa korban. Deni membeli martil di dekat indekosnya. Ia juga membeli kayu sebagai pegangan pisau dan martil.
“Deni pula yang kemudian merapikan kayu menjadi gagang martil dan pisau,” kata Bambang di Mapolres Banyumas, Senin (15/7/2019).
Martil itu disimpan di dalam kotak plastik tempat baju. Supaya tidak terlihat, martil ditutupi baju. Rencana pembunuhan pun dijadwalkan Deni pada Minggu (7/7/2019).
Janji pertemuan dilajukan via WhatsApp, Sabtu malam. Dalam obrolan itu, Deni meminta korban untuk membawa BPKB mobil korban, dengan alasan ingin tahu sudah lunas atau belum.
Aksi pembunuhan itu terjadi saat korban mampir ke indekos Deni pada Minggu sekitar pukul 11.00 WIB. Di lokasi itu keduanya bersama sampai sore.
“Dan pada saat itulah Deni membunuh korban dengan cara memukulkan palu ke bagian belakang kepala korban sebanyak tiga kali,” kata Bambang.
Baca Juga: Jejak Kejahatan Pemutilasi Kekasih Gelap, Deni Pernah Culik Mahasiswi
Setelah memastikan meninggal dunia, korban diseret ke kamar mandi.
Kemudian Deni keluar kos untuk membeli golok, amplas plastik, lakban dan dua kotak plastik (kontainer). Alat itu yang kemudian digunakan untuk memutilasi korban di dalam kos-kosan. Potongan tubuh dimasukkan ke dalam plastik, dan disimpan di kotak plastik itu.
Minggu malamnya, kisaran pukul 19.00 WIB, Deni membawa korban menggunakan Toyota Rush menuju ke Banjarnegara.
“Ia sampai ke rumah kisaran pukul 05.00 WIB,” kata Bambang.
Selang dua jam, Deni menuju ke Dusun Plandi, Desa Watuagung, Kabupaten Banyumas. Pada lokasi yang hanya berjarak 2 kilometer dari rumahnya, Deni membakar sejumlah potongan tubuh korban.
Setelahnya, Deni sempat berputar-putar dan menemukan daerah Sempor, Kebumen. Di lokasi itu, siangnya, ia membakar sebagian potongan tubuh lainnya dengan menggunakan ban mobil bekas.
Berita Terkait
-
Jejak Kejahatan Pemutilasi Kekasih Gelap, Deni Pernah Culik Mahasiswi
-
Dimutilasi dalam Mobil, Deni Sempat Tunjukkan Potongan Tubuh KW ke Istri
-
Mutilasi dan Bakar Jasad Kekasih Gelap, Deni Kelabakan Diajak Nikah Siri
-
Mutilasi Kekasih, Deni Jual Mobil Korban untuk Hilangkan Jejak
-
Jasad Termutilasi dan Dibakar, Deni Tipu Korban Pakai Foto Editan di FB
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- Mathew Baker Masih Dianggap Milik Australia meski Dipanggil Timnas Indonesia Senior
- Sinyal Penggulingan '98 Jilid 2' Menguat, Cuma PDIP dan Habib Rizieq yang Bisa Selamatkan Prabowo?
- 5 Bedak Padat Mengandung SPF, Praktis untuk Touch Up Sekaligus Lindungi Kulit dari Matahari
Pilihan
-
Lucky Hakim Dinobatkan Sebagai Bupati Terbaik, Wakilnya Malah Jadi Tersangka
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
Terkini
-
Tumbuhkan Kesadaran Ekologis, Taj Yasin Ajak Ratusan Santri Tanam Mangrove di Rembang
-
Stafsus Menag Hubungi Ahmadiyah, Dalami Pembubaran Paksa Kemah di Karanganyar
-
Program Mageri Segoro, Ikhtiar Bersama Menjaga Masa Depan Pesisir Jateng
-
Camping Anak Ahmadiyah di Karanganyar Dibubarkan, SETARA Institute: Polisi Jadi Saksi Bisu
-
6 Fakta Pembubaran Kegiatan Pemuda Ahmadiyah