SuaraJawaTengah.id - Jika kebanyakan orang membuat brownies menggunakan bahan baku keju, green tea atau coklat, namun ada yang berbeda pada kreasi brownies asli buatan produk UMKM Purwokerto. Brownies tersebut berbahan baku tempe mendoan dan tepung mocaf.
Hasil kreasi ini dibuat oleh Irma Kusmayanti (42) salah satu warga Desa Pangebatan, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas.
Ia mengawali usahanya sejak tahun 2018. Namun karena satu dan lain hal yang harus membuatnya ia bekerja akhirnya baru fokus menggarap usahanya pada pertengahan bulan Juli 2019.
"Saya fokus membuat brownies berbahan baku tempe mendoan setelah saya keluar kerja dari Sales Marketing sebuah perusahaan ekspedisi. Sebelumnya memang saya punya mimpi ingin buka usaha makanan sendiri," kata ibu ber anak satu ini, Rabu (21/10/2020).
Brownies yang diberi nama Madame Mbois ini memiliki cita rasa manis dan sedikit pahit dengan karakter rasa tempe yang masih kuat. Jika dibayangkan tentu sedikit aneh, namun saat dicoba rasanya sangat menyatu.
Terlebih brownies ini lebih sehat. Karena berbahan baku tepung mocaf. Tepung yang terbuat dari singkong atau ketela kayu yang diolah dengan beberapa tahapan hingga menjadi serbuk bertekstur (lebih kasar dari tepung terigu). Tepung ini juga memiliki kandungan gizi yang tak kalah baiknya dengan tepung terigu.
"Saya pakai tepung ini karena aman dikonsumsi dibanding tepung terigu. Kalau tepung terigu kan seperti anak autis tidak dibolehkan konsumsi. Selain berdagang saya juga memiliki tanggung jawab moral pada konsumen," jelasnya.
Untuk pembuatan brownies tempe sendiri menurut Irma bahan baku utamanya dari tempe. Jadi tak sekedar menjadi toping saja. Ia memiliki komposisi sendiri agar rasanya kemudian tidak aneh.
Baca Juga: Kronologi Pembubaran Aksi di Banyumas, 5 Pelajar Ditangkap Polisi
"Tempe itu saya proses lalu dihaluskan, terus dicampur dengan tepung mocaf. Perbandingan tempe sama tepungnya satu banding dua. Karena memang bahan tambahan itu ga bisa lima puluh persen," ujarnya.
Awal ide ini muncul bermula saat Irma ingin memiliki produk ciri khas yang berbeda dengan lainnya. Konsumsi pasar yang saat ini lebih beragam dengan dibalut tren kekinian, akhirnya keluarlah produk Brownies tempe.
"Waktu itu kan ada tuh tren kue kekinian, terus saya mikir bikin apa ya? Karena saya tinggal di Banyumas, saya kepengin yang nantinya itu jadi buah bibir masyarakat. Jadi tak pikir, kalau mendoan dibikin kue gimana ya. Akhirnya saya pilih mendoan, tempenya itu saya kombinasikan menjadi brownies tempe. Secara logika saya tidak akan bisa mengalahkan perusahaan brownies besar. Jadi saya bikin punya produk oleh-oleh yang berbeda," terangnya.
Jalan usahanya tak semanis brownies tempe buatannya. Ia sempat mengalami gejolak batin karena sempat tak mendapat restu keluar dari pekerjaan oleh ibunya.
"Saya tidak direstui sama almarhumah ibu waktu keluar kerjaan. Karena benar-benar gambling banget tidak punya penghasilan bulanan tetap," katanya.
Sebelum adanya pandemi, dalam sebulan ia bisa mendapat omset Rp 8 hingga12 juta rupiah. Namun pada bulan Maret dan April lalu ia sempat down karena masalah pemasaran.
Berita Terkait
-
Kabupaten Banyumas Akan Dimekarkan Menjadi Tiga, Mana Saja?
-
Kumpulan Berita Viral di Facebook Hari Ini
-
Ujicoba Pembelajaran Tatap Muka di Purwokerto, Siswa: Grogi Banget
-
Lindungi Komorbid dari Covid-19, Bupati Banyumas Gunakan Minyak Kayu Putih
-
Pemkab Banyumas Bagikan Gelang Khusus Lansia yang Punya Penyakit Komorbid
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Perkuat Sistem Tanggap Darurat Perusahaan, PT Semen Gresik Gelar Sertifikasi Pemadam Kebakaran
-
Imigrasi Semarang Deportasi 14 WNA dan Tolak 21 WNA Masuk via Bandara Ahmad Yani
-
Hari Anak Nasional 2026: BRI Peduli Ini Sekolahku Gelar Edukasi Finansial, Dorong Semangat Belajar
-
Didakwa Pasal Berlapis, Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq Tak Ajukan Keberatan
-
Krisis Air dan Perubahan Iklim Mengintai, Amdatara Desak Pabrik AMDK Segera Jadi Industri Hijau