Budi Arista Romadhoni
Rabu, 11 November 2020 | 08:46 WIB
(kiri) Calon Wali Kota Solo nomor urut 1 Gibran Rakabuming Raka, (kanan) Bagyo Wahyono Calon Wali Kota nomor urut 2. (Istimewa).

“Kalau rakamnya itu ibarat Mantri Sinaroja yang perlambangnya adalah memperoleh kemuliaan, mampu menjalankan tugas,” terangnya.

Sementara paarasan orang ini adalah lakuning bumi yang berwatak melindungi, mengasuh, sabar, mengalah. Orang yang lahir pada tanggal ini mempunyai wuku tambir yang tinggi cita-cita dengan simbol burung prenjak.

“Aral bagi orang yang punya wuku Tambir menurut primbon Jawa adalah sering dijahili atau dikerjai orang. Orang dengan Wuku Tambir sering kali lesu fisiknya, sehingga bisa menjadi kehilangan semangat,” sambung Tunjung.

Orang dengan tanggal lahir tersebut merujuk portal Ki-Demang.com yang menjadi referensi Tunjung, memiliki Pancasuda atau diibaratkan Lebu Katiyup Angin. Orang dengan pengibaratan itu sering dimaknai cita-citanya sering tidak kesampaian.

Namun merujuk portal online primbon.com, orang dengan tanggal lahir itu diibaratkan sebagai wasesa segara. Orang dengan pengibaratan wasesa segara dikenal sebagai sosok yang penyabar, lapang dada, berbudi luhur, dan mempunyai kewibawaan.

Orang ini juga dikenal teliti dan berhati-hati dalam memutuskan segala sesuatu. Mereka juga suka berbicara terbuka, jujur, keras dan disiplin, tetapi tetap mempunyai tenggang rasa. Ihwal adanya beberapa perbedaan ulasan atau analisis tersebut, Tunjung mengakui karena memang banyak versi primbon.

Load More