SuaraJawaTengah.id - Warga RT 9 Rw 15 Kampung Tambaklorok, Tanjung Mas, Semarang Utara tak dapat berbuat banyak lantaran rumahnya semakin ambles dikarenakan terjadi banjir rob dan tanah yang tak stabil.
Warga Tambaklorok, Amron S mengatakan, satu rumahnya sudah tenggelam. Dulu, rumah yang dia tempati saat ini dua lantai. Namun, saat ini rumahnya hanya tersisa satu lantai.
"Lho teras yang kita duduki ini dulunya itu atap rumah. Sekarang jadi teras," jelasnya kepada SuaraJawaTengah.id di rumahnya, Selasa (2/2/2020).
Amron hanya bisa pasrah. Selama 26 tahun Amron tinggal di Tambaklorok, satu rumah habis sudah. Kini dia hanya memanfaatkan atap sebagai tempat tinggal dia dan keluarganya.
"Rumah saya dulu yang lantai satu itu sekitar 6 meter tingginya dan sekarang hanya tinggal atapnya saja," ujarnya.
Jika mempunyai rejeki lebih, Amron mempunyai keinginan untuk meninggikan rumahnya agar lebih tenang. Selain rumahnya ambles, sewaktu-waktu rumah Amron juga bisa terkena rob.
"Sini kan daerah sering terkena rob, jadi kalau keadaanya seperti ini rumah-rumah ini bisa terendam rob semua," katanya.
Sampai saat ini, sudah enam kali Amron meninggikan rumahnya. Biaya meninggikan rumah tak sedikit, jika dia hitung sekali meninggikan bisa menyampai Rp50 juta.
"Rp50 juta itu yang paling sedikit, ngepres itu," imbuhnya.
Baca Juga: Dugaan Pasien Dicovidkan, Ombudsman Jateng Semprot RS Telogorejo Semarang
Semakin tahun, rumah yang tenggelam di Tambaklorok semakin cepat tenggelam. Berdasarkan hitungannya, dalam satu tahun rumah warga bisa tenggelam 20 centimeter.
"Jadi semakin kesini semakin banyak tenggelamnya," ujarnya.
Hal yang sama juga dikatakan Mustahil. Selama dia tinggal di Tambaklorok memang banyak rumah-rumah yang tenggelam. Menurutnya, permasalahan di Tambaklorok begitu kompleks.
"Di sini itu masalahnya kompleks, mulai dari rob, sumur bor dan kalau malam itu ada getaran yang sangat kencang. Sampai saat ini kita tak tau getaran apa itu," imbuhnya.
Sampai saat ini, sudah banyak warga sekitar terutama yang mempunyai biaya lebih memilih untuk pindah ke tempat yang lebih aman. Namun, banyak juga warga yang memilih tetap tinggal di Tambaklorok.
"Lha gimana lagi, ini adalah pilihan satu-satunya,"keluhnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Rupiah Melemah, Perajin handicraft Temanggung Cari Peluang di Pasar Global
-
Semarang Berpotensi Diguyur Hujan Hari Ini, BMKG Minta Warga Waspadai Perubahan Cuaca
-
Terjebak Rob Bertahun-tahun, Warga Kendal Dicarikan Tempat Tinggal Baru
-
Ribuan Peserta Ikuti Dieng Caldera Race 2026, Perputaran Uang Diperkirakan Capai Rp20 Miliar
-
Fenomena Bediding Mulai Terasa, BMKG Minta Warga Jateng Bersiap