SuaraJawaTengah.id - Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono dan wakilnya, Muhamad Jumadi disebut sudah bertemu di tengah perseteruan di antara keduanya yang semakin memanas.
Hal itu diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tegal, Johardi kepada Suara.com saat dihubungi, Senin (1/3/2021).
"Sudah (bertemu), semalam," ungkapnya.
Menurut Johardi, Dedy Yon dan Jumadi dipertemukan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.
"Dipertemukan pak gubernur di rumah dinas gubernur," ujarnya.
Johardi mengaku tak ikut dalam pertemuan tersebut sehingga tidak mengetahui apakah keduanya berangkat bersama ke Semarang atau sendiri-sendiri.
Johardi sendiri mengetahui pertemuan tersebut setelah diberi tahu oleh Jumadi, Senin pagi (1/3/2021).
"Saya kurang tahu berangkatnya karena saya tidak ikut ke sana, jadwalnya juga tidak ngerti. Saya diceritani pak wakil paginya," ucapnya.
Johardi juga mengaku tidak mengetahui detail isi pertemuan itu. Dia hanya menyebut dalam pertemuan itu Dedy Yon dan Jumadi diminta untuk kembali rukun.
Baca Juga: Wali Kota Tegal dan Wakilnya Muhamad Jumadi Berseteru, Ini Respon DPRD
"Intinya mari kembali bersama-sama untuk melayani masyarakat," ujarnya.
Wakil Wali Kota Tegal Muhamad Jumadi enggan memberikan keterangan terkait perkembangan hubungannya dengan Dedy Yon saat ditanya wartawan usai Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19 dan PPKM Mikro di Gedung Adipura, Kompleks Balai Kota Tegal, Senin (1/3).
Saat coba dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Jumadi juga belum memberikan respon.
Sementara itu Dedy Yon tidak terlihat hadir dalam rapat yang dihadiri pejabat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) tersebut meski sudah dijadwalkan akan hadir. Dia disebut ada acara lain di waktu yang sama sehingga tidak hadir.
Seperti diketahui, perseteruan antara Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono dengan wakilnya, Muhamad Jumadi mencuat setelah sopir dan ajudan, dan staf di kantor Jumadi ditarik pemkot. Penarikan ini dijadikan alasan Jumadi tidak masuk kantor.
Tak hanya itu, ruangan kerja Jumadi di Balai Kota juga sempat dikunci sehingga dia tidak bisa masuk kantor. Penarikan fasilitas negara itu dilakukan karena Jumadi disebut mangkir kerja selama 11 hari sejak 11 Februari 2021.
Perseteruan itu semakin memanas setelah Dedy Yon melaporkan Jumadi ke Polda Jateng pada Rabu (24/2/2021) dengan tuduhan pencemaran nama baik dan rekayasa kasus narkoba.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Desain Final Stadion Kendal Tornado FC Dirilis, Pembangunan Dimulai Tahun Depan
-
Buntut Penggeledahan "Ponpes" di Sukoharjo, Taj Yasin Pastikan Pendampingan Psikologis Anak-Anak
-
Ancaman Megathrust di Wisata Jateng, Sarif Abdillah Desak Hotel dan Destinasi Punya Standar Mitigasi
-
Bikin Bangga Indonesia! Inovasi Kelas Dunia Antarkan Semen Gresik Raih 4 Bintang di APQO 2026
-
BRI Raih Empat Penghargaan, Dorong UMKM Naik Kelas dan Makin Berdaya