SuaraJawaTengah.id - Tulang belulang yang diduga dari manusia suku Jawa tertua ditemukan menempel pada dinding Gua misteris di Desa Bitingan, Kecamatan Sale, Kabupaten Rembang. Tidak hanya satu, tulang belulang itu ditemukan di beberapa titik dalam gua.
Pegiat Sejarah sekaligus anggota yayasan Lasem Kota Cagar Budaya (LKCB), Mohamad Al Mahdi mengatakan, dia bersama timnya menemukan tulang belulang yang diduga dari suku lingga yang hidup pada masa pra sejarah di Rembang.
“Suku Lingga sendiri merupakan suku tertua atau suku purba, yang telah ada jauh sebelum Majapahit berdiri. Suku Lingga dalam catatan sejarah Lasem berada di Bumi Lasem,” ujarnya di Rembang, Selasa (16/3/2021).
Dia menceritakan, pada mulanya Gua Temu Ireng itu ditemukan oleh warga desa setempat. Namun warga desa tidak mengetahui apa isi di dalam gua itu.
Mendapat informasi itu, dia bersama empat kawannya menuju ke lokasi tersebut untuk meneliti kemungkinan adanya peninggalan pra sejarah di gua itu.
Lantaran dari awal, laki-laki yang akrab disapa Koh Lam itu memang penasaran dengan peninggalan pra sejarah utamannya mengungkap keberadaan dari suku lingga.
“Saya memang tertarik dengan peninggalan sejarah yang mengungkap keberadaan suku lingga. Gua-gua di Lasem sudah saya teliti semua, tapi belum menemukan jejak suku lingga. Kemudian dapat info ada temuan gua di Bitingan saya coba untuk kesana,” jelasnya.
Benar saja, berjarak 10 meter dari mulut gua, Koh Lam menemukan tulang-tulang yang menempel pada dinding gua yang berupa batuan kapur.
Ukuran tulang itu bervariasi, ada yang sepanjang ruas jari, ada juga yang panjangnya hingga 40 cm.
Baca Juga: Tahun 2021, Penerimaan pajak di Jawa Tengah ditargatkan capai Rp43,4 T
Tulang belulang itu ditemukan di lima titik dinding gua. Dengan jarak antar temuan tulang kurang lebih 4-5 meter.
“Jadi setiap 5 meter ada lagi, jadi banyak sekali tulang-tulang yang menempel,” bebernya.
Koh Lam menjelaskan, dari ciri-cirinya, bersumber dari buku sejarah Kawitane Wong Jawa Lan Wong Kanung, suku lingga memang tinggal di gua-gua yang berdiding kapur.
“Oleh karena itu, dugaan temuan tulang belulang itu mengarah kuat pada suku lingga,” imbuhnya.
Mengingat tanah pada dinding gua mengandung kapur, lanjut dia, tulang belulang yang menempel masih terlihat utuh. Hanya sedikit tulang yang sudah berubah menjadi fosil.
“Jadi proses penguraian tulangnya lama. Sebagian ada yang sudah menjadi fosil ada juga yang belum. Tapi kebanyakan masih berbentuk tulang utuh,” terangnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Kabur ke Hutan Dua Hari, Dua Pria di Purbalingga Ditangkap dengan Bukti 23.198 Obat Keras
-
Wakil Ketua MK Ingatkan Bahaya AI: Jangan Sampai Mematikan Kemampuan Berpikir Kritis
-
Heboh Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Pati, Bapak dan Kakak Tiri Jadi Pelaku
-
Jangan Tunggu Korban Berjatuhan! Sarif Abdillah Desak Pemda Ubah Total Cara Tangani Bencana
-
UNDIP dan Bhimasena Power Luncurkan Produk Hilirisasi Riset AFA dan APR