SuaraJawaTengah.id - PT Semen Gresik (PTSG) kembali menyalurkan bantuan kluster insfrastruktur ke desa Kadiwono Kabupaten Rembang sebesar Rp 175.000.000 untuk operasional pengaspalan jalan desa sepanjang 362 m dan lebar 2,5 m, yang pembangunannya telah terlaksana sejak bulan juli 2022 lalu.
Senior Manager of Communication & CSR PTSG Dharma Sunyata mengungkapkan bahwa sebelum adanya bantuan, jalan penghubung antara desa Kadiwono dengan desa Mantingan rusak dan berlubang, sehingga membahayakan warga yang melintas.
“Dengan adanya penyaluran bantuan infrastruktur dari PTSG, ini merupakan bentuk dukungan dalam percepatan pembangunan infrastruktur desa di sekitar perusahaan, demi lancarnya akses transportasi warga dan diharapkan mampu memberikan efek domino terhadap peningkatan perekonomian masyarakat,” jelas Dharma Sunyata pada keterangan persnya (10/10/2022).
Bantuan infrastruktur tersebut, merupakan kegiatan padat karya dengan melibatkan para pekerja lokal desa yang dikoordinir oleh pemerintah desa Kadiwono bersinergi dengan PTSG melalui program Forum Masyarakat Madani (FMM).
Dharma menambahkan bahwa bantuan ini merupakan salah satu dari berbagai dukungan PTSG melalui kegiatan FMM dengan menyalurkan bantuan total senilai Rp 1,75 miliar kepada 6 desa di sekitar perusahaan.
Ini termasuk dalam kluster infastruktur, kluster pemberdayaan masyarakat berbasis partisipastif dan kluster sosial budaya yang berada dalam program FMM.
“PTSG hadir dan peduli kepada masyarakat melalui program FMM yang diharapkan bisa dirasakan langsung manfaatnya, sehingga dapat tercipta ekosistem sosial sehat, ekonomi meningkat, dan desa yang berdaulat,'' tandas Dharma.
Dharma menegaskan bahwa penyaluran bantuan tersebut sebagai bentuk komitmen perusahaan untuk terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur desa sesuai dengan tujuan SDG’s poin 9 yaitu ‘Membangun Infrastruktur yang Tangguh’.
Sekretaris Desa Kadiwono Slamet, mengucapkan terimakasih atas penyaluran bantuan infrastruktur dari PTSG untuk pengaspalan jalan desa sepanjang 362 m. Menurutnya pembangunan tersebut memberikan banyak manfaat dan dampak positif bagi warga.
Baca Juga: Pastikan Kehandalan Penerapan K3, Semen Gresik Gelar Simulasi Tanggap Darurat
“Dulunya akses jalan penghubung antar desa Kadiwono dan desa Mantingan tersebut rusak parah dan berlubang, sehingga dapat membahayakan para pengendara yang melintasinya. Sekarang setelah adanya bantuan pengaspalan jalan dari program FMM PTSG, akses jalan menjadi bagus dan aman untuk para warga yang melewatinya," jelas Slamet.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Perang terhadap Narkoba di Solo Makin Gencar, 3,5 Kg Sabu Dimusnahkan
-
Jadikan Semarang Markas Love Scamming, 4 WNA Asal Tiongkok Akhirnya Dideportasi
-
Polusi Kendaraan Renggut Satu Nyawa Setiap 12 Menit di Indonesia, Studi Soroti Dampak Seriusnya
-
Dinkes Semarang Temukan Dugaan Pelanggaran SOP MBG, Penyebab Keracunan 707 Siswa Masih Diteliti
-
Hoaks atau Fakta? Polisi Klarifikasi Isu Pagar Tinggi di Mal-Mal Solo