SuaraJawaTengah.id - Suporter PSIS Semarang, Panser Baru membuat petisi menolak keputusan komisi disiplin PSSI yang memberikan sanksi klub berjuluk laskar mahesa jenar.
Petisi di change.org itu di tanda tangani 8.826 orang pada Selasa (12/12/2023) pukul 14.56 WIB.
Petisi itu pun memberikan alasan pentingnya menolak keputusan Komdis PSSI. Diketahui, menurut Keputusan Komisi Disiplin PSSI perihal kericuhan yang terjadi saat pertandingan kandang PSIS Semarang menjamu PSS Sleman pada hari minggu, 3 Desember 2023.
Terbit Keputusan sanksi berupa denda 25 juta dan Larangan penyelenggaraan sisa pertandingan laga kandang musim 2023/2024 dengan penonton.
Maka dari itu, Panser Biru selaku pendukung PSIS Semarang merasa keberatan dengan sanksi larangan tanpa penonton tersebut.
Sebab hukuman tersebut dapat menyebabkan turunnya performa tim tanpa dukungan moril langsung dari publik pecinta sepakbola semarang.
Selain itu, Banyak UMKM seperti Pedagang makanan, minuman dan merchandise yang kehilangan mata pencahariannya.
Selain itu, kericuhan yang terjadi kemarin, tidak sepenuhnya dilakukan oleh publik pecinta sepakbola semarang ( khususnya Panser Biru sebagai Kelompok pendukung PSIS) dan hanya dilakukan oleh segelintir oknum yang kemudian memprovokasi sebagian penonton untuk turun kelapangan.
Panser Biru mewakili Publik pecinta sepakbola dan pendukung PSIS Semarang merasa di rugikan dengan keputusan Komdis tersebut. Sebab harus kehilangan hiburan yang sangat berarti bagi masyarakat semarang dan sekitarnya.
Oleh Karena itu, Petisi ini dibuat sebagai bentuk penolakan dan banding atas Keputusan PSSI diatas. Panser Biru mengajak semua elemen masyarakat dan khususnya pecinta sepakbola Semarang untuk ikut menandatangani petisi ini bersama-sama.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Rumah BUMN Rembang Semen Gresik Bersama Pemkab Rembang Realisasikan Program Plangisasi
-
Kemarau Belum Puncak, Ratusan Warga di Lereng Gunung Slamet Sudah Kesulitan Air Bersih
-
Rupiah Melemah, Perajin handicraft Temanggung Cari Peluang di Pasar Global
-
Semarang Berpotensi Diguyur Hujan Hari Ini, BMKG Minta Warga Waspadai Perubahan Cuaca