SuaraJawaTengah.id - Sejumlah kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Jawa Tengah (Jateng) tercatat sudah dua kali melakukan aksi kampanye dengan cara geber-geber knalpot motor.
Aksi pertama geber-geber knalpot motor kader PDIP bahkan sampai mengganggu acara silaturahmi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Kabupaten Pati pada pertengahan bulan Desember lalu.
Gerombolan motor beratribut PDIP nampak menggeber knalpot motor dan salah satunya bahkan masuk ke halaman tempat acara silaturahmi tersebut.
Beruntung, Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep tidak terpancing dengan hal tersebut. Ia justru mengajak sukarelawan dari berbagai komunitas untuk tetap santai dan tidak geber-geber motor seperti yang dilakukan gerombolan oknum tersebut.
Kaesang menceritakan bahwa kejadian menggeber knalpot oleh gerombolan motor kader PDIP itu terjadi saat dirinya tengah makan sebelum memberikan sambutan pada acara silaturahmi tersebut.
"Tadi saya makan di sana itu saya kira itu tadi komunitas 2 tak, 'Oh lagi pamer motor'. Oh, ternyata partai sebelah," disambut tepuk tangan dari sukarelawan.
Penganiayaan di Boyolali
Baru-baru ini beberapa kader PDIP di Jateng tepatnya di daerah Boyolali mengalami penganiayaan oleh anggota TNI buntut geger-geber knalpot motor.
Berdasarkan informasi, sekira pukul 11.00 WIB beberapa anggota Kompi B yang sedang bermain bola voli, tiba-tiba mendengar suara bising rombongan sepeda motor knalpot brong yang digeber gasnya oleh pengendaranya saat melintas di Jalan Perintis Kemerdekaan Boyolali.
Baca Juga: Bersaing Ketat di Papan Atas, Elektabilitas Partai Gerindra Ungguli PDI Perjuangan
Anggota TNI yang bermain voli langsung keluar untuk menegur, hingga terjadi adu mulut antara kedua belah pihak. Hingga berujung terjadinya tindak penganiayaan oleh oknum anggota.
"Kasad melalui Pangdam IV/Diponegoro, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Boyolali atas kejadian ini," Kadispenad Brigjen Kristomei Sianturi dikutip Suara.com, Minggu (31/12/23).
Dia memastikan proses hukum akan ditegakkan, bagi anggota TNI yang terbukti bersalah akan mendapatkan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Sudah ada 15 oknum anggota TNI anggota TNI ditahan karena diduga menjadi pelaku penganiayaan terhadap tujuh kader PDIP sekaligus relawan Ganjar-Mahfud.
Para korban yang mengalami luka-luka dibantu proses pengobatannya. Mereka juga sudah dijenguk langsung oleh capres Ganjar Pranowo.
"Kodam IV/Diponegoro juga telah berkoordinasi dengan para pihak terkait untuk membantu pengobatan terhadap para korban," tandas Kristomei.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Kronologi Kasus Deepfake AI di Jateng: Ditolak Mantan Pacar, Mahasiswa Semarang Sebar Konten Porno
-
Polda Jateng Tangkap Mahasiswa Penyebar Konten Pornografi Berbasis Deepfake
-
Jateng dan Kaltim Teken Kerja Sama Raksasa Rp20,2 Triliun, Pasok Pangan hingga Dukung IKN!
-
Wali Kota Solo Tegaskan Tak Toleransi Miras Ilegal, Empat Outlet Ditutup
-
Sinergi Fiskal dan Perbankan Diperkuat, BRI Siap Dorong Pembiayaan Sektor Produktif