SuaraJawaTengah.id - Beragam cara dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya krisis air di saat musim kemarau. Termasuk para seniman yang ada di Megelang ini.
Peringatan Hari Peradaban Desa dirintis Komunitas Lima Gunung Kabupaten Magelang, dijadikan seniman petani salah dusun basis komunitas itu, untuk performa seni dengan pesan tentang mitigasi ketersediaan air untuk kebutuhan sehari-hari saat kemarau.
Sekelompok warga yang juga seniman petani Padepokan Andong Jinawi Dusun Mantran Wetan, Desa Girirejo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang melakukan prosesi seni "Saji Sendang, Sumur Songo" di areal pertanian hortikultura di dusun kawasan Gunung Andong dipimpin ketua mereka, Supadi Haryanto.
Mereka dengan mengenakan pakaian adat Jawa berjalan dari rumah Ustadz Ihsanudin di perkampungan dusun itu, menuju mata air Curah Kali Pendek dengan iringan tabuhan bende dan bekal prosesi berupa 11 sesaji di atas ancak dan menandu nasi tumpeng dengan berbagai kelengkapannya.
Supadi memimpin prosesi dengan lantunan sejumlah tembang Jawa, sedangkan Ustadz Ihsanudin memimpin doa-doa secara islami. Mereka kemudian meletakkan ancak berisi sesaji di sembilan "sumur gali" di areal tanaman hortikultura kawasan itu, untuk kemudian menyantap tumpeng bersama-sama di tempat tersebut.
"Secara simbolis prosesi ini mengingatkan kita semua akan pentingnya air. Kalau musim hujan, untuk pertanian dan rumah tangga kami cukup air, tetapi saat kemarau sumur-sumur yang kamu gali ini menjadi andalan, airnya cukup untuk tiga atau empat bulan saat kemarau," ujar Supadi dikutip dari ANTARA pada Selasa (21/5/2024).
Oleh karena itu, katanya, menjaga sumur-sumur tersebut menjadi kebutuhan penting untuk warga menghadapi musim kemarau, seperti saat ini. Upaya tersebut, antara lain dengan membersihkan lingkungan mata air dan sumur-sumur sedalam 4-5 meter, serta memelihara pepohonan tetap tumbuh di kawasan setempat.
Melalui kegiatan peringatan Hari Peradaban Desa yang dirintis Komunitas Lima Gunung (Gunung Merapi, Merbabu, Andong, Sumbing, Menoreh) yang jatuh setiap 21 Mei itu, warga pedepokan melakukan prosesi ritual budaya tersebut, selama pukul 10:00-11:30 WIB.
Komunitas yang dibangun budayawan Magelang Sutanto Mendut lebih sejak lebih dari 20 tahun lalu itu, sejak empat tahun terakhir menggelar peringatan Hari Peradaban Desa. Tahun ini, peringatan tersebut dengan tema "Indonesia Bagian dari Desaku" berlangsung di dusun-dusun basis komunitas dan jejaringnya di beberapa kota dan luar negeri.
Baca Juga: Pranoto Mongso, Kalender Petani yang Diyakini Masih Relevan Menjawab Perubahan Musim
Bentuk kegiatan, antara lain pentas kesenian, prosesi ritual, kenduri, performa seni, sarasehan, pidato kebudayaan, dan pembacaan puisi.
Sejumlah warga Desa Bandongan, Kabupaten Magelang dipimpin Kades Sujono melakukan performa ritual "Puspa Tajem" di Kali Lembah Semawang pada pukul 05:00-06:00 WIB dengan meletakkan sejumlah lilin dan menaburkan bunga, dan sajian tembang Jawa oleh dalang Sus Anggoro.
Sejumlah seniman melakukan performa seni di air sungai dengan bebatuan besar saat Matahari terbit itu dengan berbagai suara kicauan burung.
"Aliran air sungai menjadi simbol untuk warga selalu bersemangat menjaga nilai-nilai budaya desa," kata Khoirul Mutaqin, salah satu seniman dalam performa itu.
Kades Sujono mengatakan tentang pentingnya nilai-nilai budaya desa yang harus terus dipupuk karena manfaat yang besar bagi kehidupan masyarakat, seperti kebersamaan, gotong royong, dan jiwa kebudayaan bangsa.
Sejumlah tempat yang menjadi bagian jejaring Komunitas Lima Gunung, menggelar rangkaian peringatan Hari Peradaban Desa selama 18-21 Mei 2024, antara lain beberapa dusun di kawasan lima gunung Kabupaten Magelang, Kota Magelang, Boyolali, Klaten, ISI Yogyakarta, Bali, Amsterdam (Belanda), Pretoria (Afrika Selatan). Tercatat sedikitnya 12 acara di sejumlah tempat itu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
GIIAS Semarang 2026 Bidik Pasar Jateng, 19 Merek Siap Pamer Teknologi Baru
-
PAD Jateng Baru 62,9 Persen, Masih Kurang Rp5,9 Triliun untuk Kejar Target 2026
-
Bhimasena Run for Whale Shark 2026: Saat Langkah Kaki Membawa Pesan untuk Laut
-
Semen Gresik Kolaborasi Bersama Warga Desa Pasucen, Gotong Royong Bersihkan Aliran Mata Air Brubulan
-
Pencarian Semalaman Berakhir Tragis, Siswa SMK Ditemukan Tewas 50 Meter dari Pantai Jatisari Rembang