Banjir juga diperparah jebolnya tanggul Sungai Tunggu sepanjang 20 meter sehingga luapan air dari sungai tersebut langsung melimpah ke pemukiman warga.
Dia mengungkapkan bahwa ada sebanyak 45 kepala keluarga dengan perkiraan 152 jiwa yang terdampak atas bencana banjir. Mereka tercatat tinggal di RT 08 RW 09, Kelurahan Meteseh, Tembalang.
"Untuk menghindari risiko lebih lanjut, ratusan warga tersebut telah dievakuasi dan diungsikan sementara ke tempat yang lebih aman. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu," katanya di lokasi banjir.
Saat kejadian, pihaknya langsung mengerahkan pompa penyedot air untuk mengurangi dampak banjir. Selain itu, BPBD Kota Semarang juga bersiap membangun dapur umum untuk warga terdampak.
"BPBD juga akan segera memperbaiki tanggul yang jebol. Untuk penanganan sementara atas ditutup dengan karung pasir, yang terpenting tertutup dulu," imbuhnya.
Mbak Ita Murka, Salahkan Pengembang
Peristiwa jebolnya tanggul Sungai Tunggu yang menyebabkan banjir di Perumahan Cluster Dahlia membuat murka Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu.
Perempuan yang akrab disapa Mbak Ita itu langsung meninjau lokasi pada Kamis (12/12), bersama pejabat terkait. Dia menyebut tidak ada banjir besar seperti kabar yang ada di media sosial.
"Hanya limpasan dan ini sudah selesai," ujarnya.
Baca Juga: Pemprov Jateng Dukung Penuh PSIS Semarang Main di Jatidiri, Suporter Dilarang Lakukan Vandalisme
Berdasarkan hasil koordinasi dengan Dinas Penataan Ruang Kota (Distaru), Perumahan Cluster Dahlia ini dokumen Keterangan Rencana Kota (KRK) sudah terbit perorangan dan sebagian lainnya belum terbit.
Menurutnya status perumahan yang belum mengantongi izin menyulitkan pihak Pemerintah Kota untuk melakukan perawatan fasilitas umum.
“Ini pengembang belum ada izin sehingga bagaimana kami mau melakukan penanganan-penanganan seperti membuat tanggul yang baik. Pertama belum ada izin, kedua kan harusnya ada penyerahan BAST aset dan fasos, nah ini izin saja belum,” ungkapnya.
Ke depan, pihaknya meminta kepada para pengembang untuk menaati aturan dan tidak membohongi konsumen. Mbak Ita juga meminta jajarannya untuk lebih memberikan perhatian dan pengawasan terhadap izin pengembang perumahan.
“Ini saya juga minta pada teman-teman dari Distaru, dari Satpol PP, termasuk nanti juga pengawasan dari camat dan lurah,” tegasnya.
Meski demikian, dia menegaskan jika pihaknya tak akan lepas tangan dan akan mengutamakan warga. “Meski sebenarnya belum izin tapi karena ini force major ya, karena ini bencana akhirnya teman-teman dari PU, teman-teman dari Damkar, dari Disperkim, termasuk Pak Camat dan BPBD ini kan semua memberikan bantuan untuk warga termasuk melakukan penanganan,” imbuhnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Ancaman Megathrust di Wisata Jateng, Sarif Abdillah Desak Hotel dan Destinasi Punya Standar Mitigasi
-
Bikin Bangga Indonesia! Inovasi Kelas Dunia Antarkan Semen Gresik Raih 4 Bintang di APQO 2026
-
BRI Raih Empat Penghargaan, Dorong UMKM Naik Kelas dan Makin Berdaya
-
Kembangkan Potensi Alam, Potret Desa Karangjengkol Purbalingga Raih Indonesia Awards 2026
-
Sempat Dihalangi Dampingi Puluhan Massa Aksi di Polda DIY, 34 Orang Akhirnya Dipulangkan