5. Masjid Langgardalem, Kudus
Masjid Langgardalem diyakini sebagai masjid tertua di Kudus dan dibangun pada tahun 1480 M oleh Sunan Kudus. Meskipun telah berusia lebih dari lima abad, sekitar 95% bangunan aslinya masih terjaga dengan baik, termasuk empat tiang utama (saka), pintu, serta mustaka atau puncak atap.
Keberadaan Masjid Langgardalem menunjukkan peran besar Sunan Kudus dalam penyebaran Islam di daerah tersebut. Masjid ini juga menjadi pusat kegiatan keagamaan dan hingga kini tetap menjadi tempat ibadah bagi masyarakat sekitar. Pada bulan Ramadhan, suasana masjid semakin semarak dengan adanya pengajian, shalat malam, serta kegiatan sosial seperti berbagi takjil kepada jamaah.
6. Masjid Saka Tunggal, Banyumas
Terletak di Desa Cikakak, Kecamatan Wangon, Banyumas, Masjid Saka Tunggal berdiri sejak tahun 1522 M. Nama "Saka Tunggal" merujuk pada satu tiang utama yang menjadi penopang masjid ini. Tiang ini dianggap sebagai simbol tauhid atau keesaan Allah, yang merupakan inti dari ajaran Islam.
Selain nilai sejarahnya, Masjid Saka Tunggal juga dikenal dengan tradisi keagamaan yang masih dijaga hingga kini. Masyarakat sekitar sering menggelar acara keislaman di masjid ini, menjadikannya sebagai pusat spiritual bagi umat Islam di daerah Banyumas. Selama bulan Ramadhan, masjid ini menjadi tempat bagi masyarakat untuk beribadah dan mengisi malam dengan tadarus Al-Qur'an serta shalat tarawih berjamaah.
7. Masjid Jami' Kajen, Pati
Masjid Jami' Kajen di Kabupaten Pati berkaitan erat dengan ajaran Syaikh Ahmad Mutamakkin, seorang ulama besar abad ke-17. Masjid ini telah lama menjadi pusat pendidikan Islam, terutama di bidang tasawuf dan fiqih. Banyak santri dari berbagai daerah datang untuk belajar agama di lingkungan masjid ini.
Bangunan masjid masih mempertahankan bentuk klasiknya, dengan ornamen yang mencerminkan gaya arsitektur tradisional Jawa. Selain menjadi tempat ibadah, Masjid Jami' Kajen juga kerap dijadikan lokasi pengajian dan diskusi keislaman hingga sekarang. Di bulan Ramadhan, masjid ini semakin ramai dengan berbagai kegiatan religi seperti shalat tarawih, kuliah subuh, dan buka puasa bersama.
Baca Juga: Skandal Bertubi-tubi Polda Jateng: Dari Penembakan Gamma hingga Intimidasi Band Sukatani
Ketujuh masjid ini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga bukti perkembangan Islam dan akulturasi budaya di Jawa Tengah. Dengan datangnya bulan suci Ramadhan 1446 Hijriah, masjid-masjid ini menjadi destinasi wisata religi yang menarik bagi umat Islam yang ingin mengisi bulan penuh berkah dengan beribadah di tempat-tempat bersejarah. Perjalanan spiritual ke masjid-masjid tua ini dapat memberikan pengalaman yang mendalam serta meningkatkan kecintaan terhadap sejarah Islam di Indonesia.
Kontributor : Dinar Oktarini
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Dorong Bisnis Berkelanjutan, BRI Terapkan Praktik ESG dalam Strategi Operasional
-
BRI Raih Tiga Penghargaan di Infobank 500 Women 2026, Tegaskan Kepemimpinan Perempuan
-
Skandal Investasi Bodong 'Snapboost' di Blora: Nama Guru SMA Terseret, Ratusan Juta Melayang
-
Waspada Semarang! BMKG Prediksi Diguyur Hujan dan Ingatkan Potensi Banjir Rob Hari Ini
-
Bos Sritex Dituntut 16 Tahun Bui: Rugikan Negara Rp1,3 T Tanpa Rasa Bersalah