Budi Arista Romadhoni
Senin, 03 Maret 2025 | 11:10 WIB
Ilustrasi santri mengaji.(Pexels.com)

Didirikan oleh Syekh Muhammad Hadi pada tahun 1868, pesantren ini berlokasi di Banyumeneng, Mranggen, Demak. Fokus pesantren ini adalah pendidikan akhlak dan ilmu agama, menjadikannya salah satu pesantren yang memiliki peran penting dalam membina generasi Muslim di Jawa Tengah. Setiap Ramadan, Girikusumo menggelar santunan bagi anak yatim dan dhuafa, serta ceramah keislaman yang terbuka untuk umum.

7. Pesantren Al-Fatah Parakancanggah, Banjarnegara

Didirikan oleh KH Abdul Fatah pada tahun 1901, pesantren ini berkembang dari sebuah masjid kecil di Parakancanggah, Banjarnegara. Hingga kini, Pesantren Al-Fatah tetap menjadi pusat pendidikan Islam yang berpegang pada tradisi Aswaja dan mendidik para santri dengan nilai-nilai keislaman yang kuat. Di bulan Ramadan, pesantren ini aktif mengadakan program wakaf Al-Qur'an dan buka puasa bersama masyarakat sekitar.

Pesantren-pesantren ini bukan hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga penjaga tradisi Aswaja dan budaya Jawa. Dengan peran strategisnya, pesantren-pesantren ini terus melahirkan generasi santri yang berkontribusi dalam masyarakat, baik sebagai ulama, intelektual, maupun pemimpin yang tetap menjunjung tinggi warisan Islam dan budaya lokal. Di bulan Ramadan, kegiatan pesantren semakin semarak dengan berbagai program ibadah dan sosial, yang memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama.

Kontributor : Dinar Oktarini

Load More