SuaraJawaTengah.id - Warga Batang, khususnya yang tinggal di kawasan Perumahan Lebo, tengah mengeluhkan kondisi air bersih dari PDAM yang berubah warna menjadi coklat keruh dan bercampur lumpur.
Keluhan ini ramai diperbincangkan setelah diunggah oleh akun Instagram Batang Update dan langsung menuai berbagai komentar dari netizen yang turut mengalami atau memberi tanggapan atas situasi ini.
Kondisi air yang tidak layak konsumsi ini disebut-sebut sudah terjadi sejak dua hari terakhir. Meski telah didiamkan atau bahkan direbus, air tetap tampak kotor dan menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga.
Air semacam ini tentu tidak layak digunakan untuk kebutuhan rumah tangga seperti mandi, mencuci, apalagi memasak.
Unggahan dari akun @batang.update pada Selasa (29/7/2025), menyuarakan keresahan masyarakat dan berharap agar instansi terkait, khususnya PDAM Kabupaten Batang, segera melakukan pengecekan.
“Mohon untuk instansi terkait agar segera melakukan pengecekan karena banyak konsumen yang dirugikan,” tulis pengelola akun dalam caption-nya.
Gangguan ini tentu menjadi persoalan serius mengingat air merupakan kebutuhan pokok setiap rumah tangga. Tanpa air bersih, aktivitas sehari-hari warga terganggu, belum lagi ancaman terhadap kesehatan jika air yang tidak layak tetap digunakan.
Tanggapan Netizen Terkait Air PDAM Keruh
Unggahan tersebut juga memancing reaksi dari para pengguna Instagram yang sebagian besar menunjukkan empati walau beberapa menyampaikan komentar dengan nada bercanda sebagai bentuk keluh kesah.
Baca Juga: Oknum Wartawan Diduga Peras Kepala Desa, Berkas Kasus Dilimpahkan ke Kejari Batang
Misalnya, akun @kei_gulo menulis, “+ es, dadi es coklat,” yang bisa diartikan secara humor sebagai air yang menyerupai es coklat. Sementara pengguna lain menyarankan solusi praktis, “Dikasih kaporit Bu, airnya jadi jernih. Beli di toko cina ada,” tulisnya.
Ada pula komentar yang mempertanyakan lokasi kejadian karena tidak semua warga di Lebo mengalami hal serupa. “Perum mana ya, Kak? Soale di tempat saya airnya tidak kotor. Saya juga di Perum Lebo,” ujar salah satu pengguna.
Namun ada juga komentar yang mencoba menjelaskan kemungkinan penyebab kerusakan. Salah satu akun menulis, “Opo mungkin iku mergo pipa ne keno banyu kali nggon BPJS Pok Min. Soale kali nggon sebelah BPJS ono pipa PDAM. Pas kae emang banyune coklat.” Dalam bahasa Jawa, komentar ini menyatakan bahwa mungkin pipa PDAM di sekitar lokasi tersebut terkena aliran air sungai yang keruh.
Dugaan Sementara: Kebocoran atau Gangguan Pipa?
Meski belum ada penjelasan resmi dari pihak PDAM, beberapa warga menduga bahwa perubahan warna air ini disebabkan oleh kerusakan atau kebocoran pipa, yang mungkin terkena luapan air sungai atau sedimentasi lumpur.
Jika hal ini benar, maka diperlukan langkah cepat dan tepat dari PDAM untuk menelusuri titik gangguan dan segera melakukan perbaikan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
Pilihan
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
Terkini
-
Fakta Baru Kecurangan UTBK di Undip, Polisi Sebut Peserta Diduga Jadi Korban Penipuan
-
Pelindo Terminal Peti Kemas Tunjukkan Kinerja Positif di Tengah Gejolak Global
-
Tragedi Kecelakaan Maut di Jogja: Pemotor Tak Berhelm Tabrak Nenek 80 Tahun hingga Tewas
-
Peserta UTBK Undip Berdalih Tak Paham Alat Dengar di Telinga, Polisi Beri Pembinaan
-
Ngeri! 5 Fakta Remaja Dibakar Paman di Semarang, Pemicunya Cuma Perkara Mandi