Merasa terdesak, Robig mengambil senjata apinya. Ia sempat melepaskan satu tembakan peringatan ke udara, namun kemudian menembakkan tiga peluru lainnya ke arah tiga sepeda motor yang melaju.
Nahas, satu tembakan bersarang di panggul atau pangkal paha korban berinisial GRO hingga tewas.
Tembakan lainnya melukai dua korban lain, S dan A, di bagian dada serta tangan kiri.
Pertimbangan yang memberatkan lainnya adalah perbuatan Robig yang tidak hanya menghilangkan satu nyawa, tetapi juga melukai dua anak lainnya.
Bagi hakim, aksinya tersebut meninggalkan noda hitam bagi institusi Bhayangkara.
"Perbuatan terdakwa telah mencoreng citra kepolisian," katanya.
Menanggapi putusan tersebut, pihak Aipda Robig Zaenudin maupun jaksa penuntut umum menyatakan akan menggunakan waktu untuk pikir-pikir sebelum mengambil langkah hukum selanjutnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Cari HP Samsung Murah? Ini 8 Galaxy A Series yang Layak Dipilih
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
Ribuan Pelari Siap Tumpah di Semarang, AHY Run Jateng 2026 Targetkan 5.000 Peserta
-
Mooncake Festival 2026 Jadi Ruang Akulturasi Budaya di Semarang
-
Rayakan Pestapora 2026 Bareng BRImo, Ada Cashback dan Keseruan di Booth BRI
-
Bupati Gowa Jadi Tersangka Dugaan Korupsi PBG, Kuasa Hukum Langsung Laporkan Penyidik
-
Mooncake Festival Dorong Pecinan Semarang Jadi Ruang Budaya yang Hidup