- Pekalongan lahir dari kisah pengembaraan dan berkembang jadi kota pesisir penting sejak Mataram Kuno.
- Batik Pekalongan mencerminkan akulturasi budaya, simbol keterbukaan, dan identitas ekonomi rakyat.
- Warisan perjuangan, tradisi, dan kreativitas menjadikan Pekalongan kota modern yang tetap berbudaya.
Selain menjadi jalur ekonomi, wilayah ini juga menjadi jalur percampuran budaya dan agama yang memperkaya identitas masyarakatnya.
3. Salah Satu Pusat Dakwah Islam di Pesisir Utara Jawa
Ketika Islam mulai masuk ke Pulau Jawa, wilayah pesisir utara memainkan peranan penting dalam penyebarannya.
Pekalongan menjadi salah satu kota yang tumbuh sebagai pusat dakwah Islam, terutama pada masa Kesultanan Demak.
Salah satu tokoh yang dikenal sering berdakwah di wilayah ini adalah Sunan Kalijaga, anggota Wali Songo yang terkenal dengan pendekatan budaya dan keseniannya.
Sunan Kalijaga dan para ulama lain menggunakan seni dan tradisi lokal sebagai media dakwah.
Batik, musik, dan tradisi syawalan yang masih hidup sampai sekarang menjadi bukti betapa dalamnya pengaruh Islam dalam kehidupan masyarakat Pekalongan.
4. Masa Kolonial: Luka, Perlawanan, dan Lahirnya Identitas Ekonomi
Memasuki abad ke-17, sejarah Pekalongan berubah ketika VOC Belanda datang dan menjadikan pesisir utara Jawa sebagai pusat perdagangan rempah-rempah dan hasil bumi.
Baca Juga: Sepekan Longsor di Pekalongan, 1 Orang Belum Ditemukan
Pelabuhan dibangun, jalan diperlebar, dan sistem ekonomi baru diberlakukan. Namun, di balik geliat perdagangan, rakyat Pekalongan justru harus menanggung penderitaan akibat kebijakan tanam paksa (kulturstelsel) di abad ke-19.
Mereka diwajibkan menanam kopi, tebu, dan nila untuk kepentingan Belanda.Ironisnya, dalam tekanan penjajahan itu pula tradisi membatik tumbuh subur.
Banyak perempuan pesisir yang mulai mengembangkan batik sebagai pekerjaan rumah tangga dan sumber penghasilan tambahan.
Lambat laun, batik Pekalongan berkembang menjadi komoditas budaya dan ekonomi yang bernilai tinggi dan identitas kebanggaan kota ini.
5. Batik Pekalongan, Simbol Keindahan dan Keterbukaan Budaya
Batik Pekalongan bukan hanya kain bermotif; ia adalah cerita tentang toleransi, kreativitas, dan akulturasi budaya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 5 Serum Wardah untuk Mengurangi Flek Hitam dan Garis Halus pada Kulit Usia 40 Tahun
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- Plt Gubri SF Hariyanto Diminta Segera Tetapkan Kepala Dinas Definitif
Pilihan
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Jadi Bos BI, Purbaya: Bagus, Saya Mendukung!
-
Rupiah Tembus Rp16.955, Menkeu Purbaya: Bukan Karena Isu Wamenkeu ke BI
-
Rupiah Makin Jatuh Nilainya, Hampir ke Level Rp 17.000/USD
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Untuk Jadi Bos BI
-
Suram! Indonesia Masuk Daftar 27 Negara Terancam Krisis Struktural dan Pengangguran
Terkini
-
Deretan Kontroversi Kebijakan Bupati Pati Sudewo Sebelum Berakhir di Tangan KPK
-
OTT KPK di Pati: 6 Fakta Dugaan Jual Beli Jabatan yang Sudah Lama Dibisikkan Warga
-
7 Kontroversi Bupati Pati Sudewo Sebelum Kena OTT KPK, Pernah Picu Amarah Warga
-
Bupati Pati Sudewo Diciduk KPK! Operasi Senyap di Jawa Tengah Seret Orang Nomor Satu
-
Uji Coba Persiapan Kompetisi EPA, Kendal Tornado FC Youth Kalahkan FC Bekasi City