- Kecelakaan melibatkan dua motor di Jalan Hasyim Azhari, Banyumas, pada Minggu pagi, 8 Maret 2026.
- Insiden mengakibatkan satu pengendara berinisial SW (67) meninggal dunia di lokasi kejadian.
- Polisi masih menyelidiki dugaan penyebab kecelakaan yang mungkin dipicu petasan di sekitar lokasi.
SuaraJawaTengah.id - Potongan video yang memperlihatkan suasana pascakecelakaan lalu lintas di Jalan Hasyim Azhari, Desa Pliken, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas, viral di media sosial. Video berdurasi singkat tersebut diunggah pada Senin (9/3) siang oleh akun Instagram @portalpurwokerto dan @switsweeet.
Dalam video itu terlihat kondisi jalan setelah dua sepeda motor terlibat tabrakan. Narasi yang menyertai unggahan menyebutkan kecelakaan diduga dipicu oleh pengendara yang berusaha menghindari petasan yang dimainkan anak-anak di pinggir jalan.
Tulisan dalam unggahan tersebut juga menyertakan kalimat duka, “Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Aja ngawur goli dolanan mercon lur!” yang mengisyaratkan adanya korban jiwa dalam insiden tersebut.
Peristiwa kecelakaan itu sendiri terjadi pada Minggu pagi, 8 Maret 2026. Polisi kini masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut. Berikut lima fakta yang diketahui sejauh ini.
1. Kecelakaan Terjadi Minggu Pagi di Jalan Raya Pliken
Kecelakaan lalu lintas tersebut terjadi pada Minggu (8/3/2026) sekitar pukul 06.15 WIB di Jalan Raya Pliken, tepatnya di jembatan Kali Duwana yang berada di perbatasan Desa Pliken dan Desa Kembaran, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas.
Informasi kejadian pertama kali diterima petugas Pos Lantas Kemranjen sekitar pukul 06.25 WIB. Lokasi kecelakaan berada di ruas Jalan Hasyim Azhari yang dikenal sebagai jalur penghubung antarwilayah di kawasan tersebut.
Saat kejadian, kondisi lalu lintas dilaporkan relatif sepi kendaraan karena masih pagi hari. Namun di sekitar lokasi terdapat sejumlah anak-anak yang berada di badan jalan.
2. Melibatkan Dua Sepeda Motor
Baca Juga: Kombes Pol Petrus Parningotan Jabat Kapolresta Banyumas, Ini Pesan Kapolda Jateng
Kecelakaan tersebut melibatkan dua kendaraan roda dua, yakni sepeda motor Honda Revo bernomor polisi R-4453-EL dan sepeda motor Honda Beat bernomor polisi R-3365-XH.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara sementara, motor Honda Revo melaju dari arah selatan menuju utara dengan kecepatan sedang. Ketika sampai di lokasi kejadian, kendaraan tersebut diduga sedikit oleng ke arah kanan.
Pada saat yang hampir bersamaan, dari arah berlawanan melaju sepeda motor Honda Beat. Karena jarak yang sudah terlalu dekat dan kedua pengendara tidak sempat menghindar, tabrakan pun tidak terelakkan.
Benturan keras antara kedua sepeda motor tersebut menyebabkan keduanya terjatuh di badan jalan.
3. Satu Orang Meninggal Dunia di Lokasi
Akibat kecelakaan tersebut, satu orang dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian. Korban diketahui berinisial SW (67), seorang pedagang asal Kecamatan Kembaran.
Korban merupakan penjual tempe keliling yang sehari-hari berkeliling di wilayah Desa Pliken dan sekitarnya. Ia mengalami luka parah di bagian kepala akibat benturan keras saat kecelakaan terjadi.
Warga sekitar yang mengetahui kejadian itu segera mendatangi lokasi. Namun nyawa korban tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia di tempat.
Peristiwa tersebut juga sempat menarik perhatian warga sekitar karena terjadi di jalan yang biasanya cukup ramai pada jam-jam tertentu.
4. Satu Korban Lainnya Luka Serius
Selain korban meninggal, satu pengendara lain juga mengalami luka serius akibat kecelakaan tersebut. Korban berinisial KR (55), seorang ibu rumah tangga yang juga berasal dari Kecamatan Kembaran.
Korban mengalami luka sobek terbuka di kaki kiri sepanjang sekitar 25 sentimeter serta luka sobek di paha kiri sepanjang kurang lebih 6 sentimeter. Selain itu, korban juga mengalami mimisan serta diduga mengalami patah tulang pada tangan kiri.
Tak hanya itu, kelopak mata kiri korban dilaporkan mengalami pembengkakan akibat benturan.
Setelah kejadian, korban segera dievakuasi dan dilarikan ke RSUD Margono Soekarjo Purwokerto untuk mendapatkan penanganan medis. Hingga kini korban masih menjalani perawatan di rumah sakit.
5. Dugaan Petasan Masih Diselidiki Polisi
Informasi yang beredar di media sosial menyebut kecelakaan tersebut dipicu oleh pengendara yang berusaha menghindari petasan yang dimainkan anak-anak di sekitar lokasi.
Namun hingga kini pihak kepolisian masih mendalami kebenaran informasi tersebut. Dari hasil pemeriksaan sementara terhadap saksi maupun korban yang selamat, belum ditemukan bukti adanya suara atau aktivitas petasan saat kejadian.
Menurut keterangan saksi, di sekitar lokasi memang terdapat sejumlah anak-anak yang berada di badan jalan dari dua arah. Kondisi ini membuat situasi di jalan menjadi kurang aman bagi pengendara yang melintas.
Saksi juga menyebut pengendara Honda Beat sempat membunyikan klakson sebelum tabrakan terjadi.
Polisi kini masih mengumpulkan keterangan dari warga sekitar serta anak-anak yang berada di lokasi saat kejadian untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan tersebut.
Penyelidikan lebih lanjut dilakukan guna mengetahui apakah benar ada unsur petasan yang memicu kecelakaan, ataukah insiden tersebut murni disebabkan faktor lain seperti kondisi jalan maupun kelalaian pengendara.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar jalan raya, terutama bagi anak-anak yang bermain di area yang dilalui kendaraan.
Kontributor : Dinar Oktarini
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Viral Atlet Silat Kejang di Porprov Jateng, Wasit Dinilai Belum Berpengalaman
-
Jelang Akhir Tahun, Wakil Ketua DPRD Jateng Wanti-wanti Ancaman Kelangkaan dan Antrean BBM
-
Hati-hati! Wakil Ketua DPRD Jateng Peringatkan Bahaya Bullying di Sekolah
-
Kabur ke Hutan Dua Hari, Dua Pria di Purbalingga Ditangkap dengan Bukti 23.198 Obat Keras
-
Wakil Ketua MK Ingatkan Bahaya AI: Jangan Sampai Mematikan Kemampuan Berpikir Kritis