Budi Arista Romadhoni
Sabtu, 04 April 2026 | 14:26 WIB
Tim BPBD Demak bersama relawan melakukan evakuasi warga yang terdampak banjir akibat meluapnya dan jebolnya tanggul Sungai Tuntang, Jumat (3/4/2026). [ANTARA/HO-BPBD Demak]
Baca 10 detik
  • Banjir besar akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang merendam sembilan desa di Kabupaten Demak sejak Jumat, 3 April 2024.
  • Sebanyak 2.839 jiwa terpaksa mengungsi ke 14 lokasi aman setelah permukiman terendam banjir setinggi 100 hingga 140 sentimeter.
  • Pemerintah daerah bersama tim gabungan segera menyalurkan bantuan logistik serta melakukan penanganan darurat untuk memulihkan kondisi para pengungsi.

Penurunan ketinggian air ini memberikan harapan bagi warga untuk segera kembali ke rumah mereka, meskipun proses pemulihan dipastikan akan memakan waktu. Tim gabungan masih terus melakukan pendataan dan evakuasi, memastikan tidak ada warga yang tertinggal atau belum mengungsi.

Pemerintah Kabupaten Demak bersama tim gabungan telah mengambil sejumlah langkah penanganan darurat. Koordinasi intensif dilakukan dengan pemerintah desa dan Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) untuk memastikan informasi dan bantuan tersalurkan dengan baik. Asesmen wilayah terdampak juga terus dilakukan untuk memetakan kebutuhan dan kerusakan.

Salah satu langkah konkret adalah distribusi karung zak untuk penanganan darurat tanggul, sebagai upaya awal untuk membendung luapan air. Selain itu, penyediaan lokasi pengungsian di berbagai titik strategis seperti balai desa dan kantor kecamatan menjadi prioritas utama.

Upaya lanjutan yang terus dilakukan meliputi monitoring wilayah terdampak secara berkala, pendataan kerusakan infrastruktur dan permukiman, serta koordinasi lintas instansi untuk memastikan penanganan yang terpadu dan efektif.

Bencana banjir di Demak ini menjadi pengingat akan pentingnya mitigasi bencana dan kesiapsiagaan menghadapi perubahan iklim. Kerugian materiil dan non-materiil yang ditimbulkan sangat besar, dan membutuhkan perhatian serius dari semua pihak. Solidaritas dan gotong royong masyarakat, didukung oleh respons cepat pemerintah, adalah kunci untuk melewati masa sulit ini.

Load More