- Sebuah sepeda motor terbakar di SPBU Tegalsari, Semarang pada 3 April 2026 akibat korsleting listrik saat dinyalakan.
- Pemilik motor memadamkan api secara manual karena petugas SPBU menolak menggunakan APAR dengan alasan biaya operasional.
- Kejadian tersebut viral di media sosial dan memicu perdebatan publik terkait standar prosedur keselamatan di SPBU.
SuaraJawaTengah.id - Sebuah video berdurasi 27 detik mendadak viral di media sosial. Video tersebut memperlihatkan sebuah sepeda motor terbakar di depan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), sementara seorang pria tampak panik berusaha memadamkan api dengan kain basah.
Peristiwa ini terjadi di SPBU 44.502.07 Tegalsari, Jalan Sriwijaya, Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat sore, 3 April 2026. Kejadian ini langsung memicu berbagai reaksi publik, terutama terkait prosedur keselamatan di SPBU.
Berikut kronologi dan fakta lengkap sebagaimana dikutip dari Instagram @zonagrobogan dan sumber lainnya dari kejadian tersebut:
1. Kejadian Bermula Usai Mengisi BBM
Insiden bermula ketika pemilik motor, Chiko Relisviano Ramadhan, baru saja mengisi bahan bakar jenis Pertamax.
Lokasi SPBU yang berada tidak jauh dari Mapolda Jawa Tengah membuat kejadian ini semakin menyita perhatian publik.
Setelah selesai mengisi BBM, Chiko mencoba menyalakan motornya menggunakan double starter. Namun, di momen itulah percikan api tiba-tiba muncul dari bagian karburator.
Chiko menduga bahwa percikan tersebut berasal dari masalah kelistrikan pada motornya.
“Saat menyalakan motor dengan double starter, muncul percikan api di bagian karburator. Saya menduga ada korsleting listrik,” ujarnya.
Baca Juga: Pertama di Jawa Tengah: RS Telogorejo Terapkan Robot untuk Operasi Lutut dengan Presisi Tinggi
2. Api Cepat Membesar di Area SPBU
Percikan api yang awalnya kecil dengan cepat berubah menjadi kobaran api yang cukup besar.
Situasi ini menjadi sangat berbahaya, mengingat lokasi kejadian berada di area SPBU yang penuh dengan bahan mudah terbakar.
Dalam video yang beredar, terlihat api mulai melahap bagian motor, sementara pemiliknya tampak panik dan berusaha menyelamatkan kendaraan tersebut.
Kondisi ini juga membuat situasi di sekitar SPBU menjadi tegang.
3. Permintaan Menggunakan APAR Ditolak
Berita Terkait
Terpopuler
- Di Tangan Suahasil, MBG Jadi Prioritas Subsidi Energi Dipangkas
- Luky Alfirman Jadi Wamenkeu usai Dicopot Purbaya, Pengamat Soroti Arah Kebijakan Suahasil
- Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!
- Tan Cheng Hoe Gerah Lihat Pemain Malaysia Larut dalam Kekecewaan: Stop Nangis
- 7 Sepatu Jalan Paling Awet yang Solnya Empuk untuk Perjalanan Jauh
Pilihan
-
Kalapas Cibinong Dipecat dari ASN, Buntut Klaster Mewah dalam Penjara
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
Terkini
-
Hybrid Sea Wall Rp10 Miliar Dikerjakan di Sayung, Giant Sea Wall Pantura Segera Menyusul
-
Polres Pekalongan Kota Amankan 45 Motor Berknalpot Brong, Diduga untuk Balap Liar
-
Tujuh SPPG di Kudus Diberhentikan Sementara, Data Penerima Manfaat Jadi Masalah
-
Copet Lintas Daerah Diduga Buru Kerumunan Jamaah Haul Solo, Dua Pria Dibekuk Polisi
-
BRI-KPK Siapkan Agen Perubahan Antikorupsi lewat PELOPOR 2026