SuaraJawaTengah.id - Kepala Satpol PP Kabupaten Kudus Djati Solechah kembali mengingatkan pada pengelola hotel di wilayah Kudus, Jawa Tengah, tidak menerima pasangan belum menikah yang ingin menginap.
Djati mengatakan larangan tersebut sudah tertuang dalam perda tentang kebersihan, keindahan dan ketertiban, melarang perbuatan yang melanggar tata susila ketertiban umum di tempat umum.
"Menindaklanjuti Perda nomor 10 tahun 1996 tentang K3 tersebut, kami bersama tim terpadu melaksanakan operasi penertiban di sejumlah hotel di Kudus," kata Djati seperti diberitakan Antara, Selasa (7/5/2019).
Ia menerangkan, dari Razia yang dilakukan Satpol PP Kudus menjelang Ramadan hingga awal puasa berhasil menjaring 10 pasangan tidak resmi yang menginap di beberapa hotel di Kudus.
Baca Juga:Jawa Tengah Diprediksi Hujan, Waspada Gelombang Laut Setinggi 6 Meter
Untuk itu, Satpol PP Kudus memberikan surat edaran kepada pemilik maupun pengelola hotel perihal penertiban tamu hotel agar tidak asal menerima tamu, khususnya yang berpasangan untuk lebih ketat dan selektif.
Hal itu, kata dia, bertujuan untuk mencegah kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, terutama perbuatan yang melanggar tata susila ketertiban umum di dalam hotel.
"Pengelola hotel maupun tempat penginapan juga memiliki kewajiban yang sama untuk menegakkan Perda nomor 10 tahun 1996 tentang Kebersihan, Keindahan dan Ketertiban dengan cara tidak memfasilitasi kemungkinan terjadinya tindakan asusila di hotel," ujarnya.
Surat edaran tersebut, kata Djati, mulai diberikan kepada 25 hotel yang ada di Kudus, terutama hotel yang kedapatan ditemukan pasangan tidak resmi saat operasi penertiban sebelumnya.
Ia menargetkan pekan ini semua hotel sudah menerima surat edaran tersebut, sekaligus sebagai edukasi kepada mereka tentang Perda nomor 10/1996 tentang K3.
Baca Juga:Jadwal Imsakiyah Ramadan 1440 H Wilayah Jawa Tengah dan Sekitarnya