Mediasi Deadlock, Kasus Wanprestasi Ashanty Dilanjut Sidang Pokok Perkara

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana
Mediasi Deadlock, Kasus Wanprestasi Ashanty Dilanjut Sidang Pokok Perkara
Martin Pratiwi didampingi kuasa hukumnya, Aditya Setiawan, memberikan keterangan kepada awak media usai menjalani sidang dengan agenda mediasi di Pengadilan Negeri Purwokerto, Kamis (12/12/2019). - (SUARA/Anang Firmansyah)

Sesuai kesepakatan sidang mediasi sebelumnya pada 2 Desember lalu, apabila mediasi saat ini tidak ada titik temu, tergugat sudah melepaskan hak untuk menjalani mediasi.

Suara.com - Proses sidang kasus wanprestasi yang menjerat artis Ashanty dan melibatkan koleganya, Martin Pratiwi, dengan agenda mediasi digelar untuk kali keempat, dipimpin hakim mediator Deny Ikhwan di Pengadilan Negeri Purwokerto, Kamis (12/12/2019). Namun pada sidang keempat ini, Ashanty kembali mangkir, begitu pula dengan kuasa hukumnya.

"Pihak tergugat kuasa hukum maupun prinsipalnya tidak hadir. Artinya dalam hasil mediasi tadi kami sudah berupaya baik dari pihak penggugat maupun pihak mediator berupaya menghubungi pihak tergugat melalui sarana komunikasi yaitu dengan video call. Tapi dari pihak tergugat Ashanty, tidak mau mengangkat telepon," kata kuasa hukum Martin Pratiwi, Aditya Setiawan, usai sidang mediasi, Kamis (12/12/2019).

Sesuai dengan kesepakatan sidang mediasi sebelumnya pada 2 Desember lalu, apabila mediasi saat ini tidak ada titik temu, tergugat sudah melepaskan hak untuk menjalani mediasi.

"Kami sudah berupaya semaksimal mungkin dan tidak ada titik temu, akhirnya deadlock. Untuk berikutnya karena tergugat tidak menggunakan haknya untuk melakukan mediasi, kita masuk ke proses persidangan pokok perkara," lanjutnya.

Untuk sidang pokok perkara pertama rencananya akan digelar pada 7 Januari 2020. Pada sidang pokok perkara ini menurut Adit, pihak Ashanty tidak diwajibkan hadir, bisa diwakilkan kuasa hukumnya.

"Saya baru dapat alasan Ashanty tidak hadir di sidang kali ini karena ada kepentingan di tempat lain. Informasi yang saya dapatkan ini dari panitera pengganti yang mendapat informasi dari kuasa hukum Ashanty," tambah Martin Pratiwi.

Diberitakan sebelumnya, Ashanty digugat kolega bisnisnya, Martin Pratiwi, berawal dari kerja sama bisnis kosmetik. Ashanty dinilai melanggar perjanjian kontrak kerja sama, sehingga dituntut untuk membayar ganti rugi Rp14,3 miliar.

Kontributor : Anang Firmansyah

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS