Indeks Terpopuler News Lifestyle

Gagal Berangkat Umrah karena Wabah Corona, Warga Purwokerto Ini Bersyukur

Chandra Iswinarno Selasa, 03 Maret 2020 | 02:30 WIB

Gagal Berangkat Umrah karena Wabah Corona, Warga Purwokerto Ini Bersyukur
Sudiyati (67) menceritakan kisahnya yang gagal berangkat umrah kepada wartawan di kantor Biro perjalanan Umrah dan Haji Plus, Kemang Nusantara Tour and Travel, Purwokerto, Senin (2/3/2020). [Suara.com/Anang Firmansyah]

Ia menceritakan tetangganya yang harus pulang setelah tertahan di bandara. Mendengar kabar tersebut Sudiyati merasa lebih beruntung.

SuaraJawaTengah.id - Meskipun gagal berangkat umrah karena maraknya penyebaran Virus Corona, Sudiyati (67), Warga Bantarsoka, Kecamatan Purwokerto Barat merasa bersyukur.

"Ya saya merasa Alhamdulillah, berarti Tuhan masih sayang, masih melindungi saya. Saya kan harusnya berangkat besok pagi. Lah ini, Alhamdulillah, bukan dibatalkan tapi ditunda. Ditunda ya tidak apa-apa, saya mengucapkan terimakasih. Bersyukur belum berangkat," kata Sudiyati saat ditemui di kantor Biro Kemang Nusantara Tour and Travel, Purwokerto pada Senin (2/3/2020).

Ia menceritakan tetangganya yang harus pulang setelah tertahan di bandara. Mendengar kabar tersebut Sudiyati merasa lebih beruntung.

"Saya merasa beruntung karena keadaan. Bukan karena takut dikembalikan atau karena adanya Virus Corona ini. Saya kan bukan sendiri, tapi secara umum tidak bisa berangkat semua," ujarnya.

Untuk antisipasi penyebaran Virus Corona, Sudiyati mengaku sudah diberi sosialisasi agar tidak tertular. Namun dengan adanya keputusan penundaan tersebut membuatnya lebih lega.

"Katanya harus sering cuci tangan pakai sabun, terus kalau yang alternatif katanya harus minum temulawak, atau kamijarah supaya menjaga kesehatan," jelasnya.

Sudiyati mengaku baru kali pertama berangkat umrah dan masih menunggu info selanjutnya dari pihak biro terkait kepastian keberangkatan.

Sementara itu pihak dari Kepala Cabang biro perjalanan Umrah dan Haji Plus, Kemang Nusantara Tour and Travel, Purwokerto Muhammad Afiq Hasan, mengaku bingung dengan adanya keputusan tersebut. Karena semua uang jemaah sudah digunakan untuk memboking segala keperluan.

"Kita kalau suruh balikin uang jemaah sepertinya tidak bisa. Karena sudah booking semua dari penginapan, pesawat visa lalu cek kesehatan," terangnya.

Menurut Afiq, biaya perjalanan umrah dipatok dengan harga Rp 29 juta per kepala. Jika diharuskan mengembalikan keseluruhan uang jamaah, pihaknya mengaku tidak mampu.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait