11 Jam Sebelum Meninggal Badan Didi Kempot Saki-sakit

Pebriansyah Ariefana
11 Jam Sebelum Meninggal Badan Didi Kempot Saki-sakit
Portrait penyanyi campursari Didi Kempot di salah satu hotel di Kemayoran, Jakarta.

Penyanyi yang dijuluki The Godfather of Broken Heart ini dan keluarganya memang punya riwayat sakit asma.

SuaraJawaTengah.id - 11 jam atau Senin (4/5/2020) pukul 20.00 WIB sebelum Didi Kempot meninggal, dia mengeluh badannya sakit-sakit. Bahkan Didi Kempot malam itu minta badannya dikerok.

Namun, Didi Kempot meninggal dunia, Selasa (5/5/2020) pagi pukul 07.45 WIB. Hal itu dikatakan Asisten rumah tangga Didi Kempot, Mbak Diah. Mbak Dia saat ditemui Solopos.com (jaringan Suara.com) di kediaman Didi Kempot di Jl. Mataram No. 6 Banyuanyar, Banjarsari, Solo.

Mbak Diah mengatakan pada Senin (4/5/2020) sekitar pukul 20.00 WIB, adik pelawak Mamiek Prakoso itu sampai di Solo.

“Pada jam itu minta dikeroki karena merasa badannya sakit. Tadi pagi pukul 06.00 WIB bangun karena terasa sesak napas. Pukul 07.00 WIB dibawa ke RS Kasih Ibu. Tahu-tahu sudah dapat kabar kalau meninggal," kata Bak Diah.

Menurut dia, penyanyi yang dijuluki The Godfather of Broken Heart ini dan keluarganya memang punya riwayat sakit asma.

“Mas Didi sering cek kesehatan di rumah sakit [karena asma],” imbuh dia.

Dikenal Dermawan

Sosok Didi Kempot dikenal sebagai orang yang dermawan di kalangan seniman si Solo, Jawa Tengah. Bahkan sepekan sebelum meninggal, Didi Kempot sempat menggalang dana bantuan untuk seniman korban dampak wabah virus corona.

Penyanyi campursari asal Solo, Rima Asmara, mengatakan Didi Kempot dan sang istri, Yan Vellia, adalah sosok yang dermawan. Hal itu terbukti sepekan terakhir keduanya getol menggalang dana untuk membantu para seniman Solo yang terdampak pandemi Covid-19.

“Mas Didi sepekan terakhir sedang galang dana untuk bagi bagi sembako kepada seniman Solo yang terkena dampak Covid-19, khususnya pesinden Solo. Hari ini [Selasa] pun sebenarnya ada acara bagi-bagi sembako, tapi tentu saja dibatalkan dengan adanya kabar duka ini,” ungkap Rima yang juga kawan dekat Yan Vellia, saat dihubungi Solopos.com (jaringan Suara.com), Selasa pagi.

Menurut Rima, pelantun tembang Stasiun Balapan tersebut adalah sosok yang sangat loyal, apalagi kepada para seniman. Lantaran itu, kepergian Didi Kempot untuk selama-lamanya jelas membuat dirinya dan para seniman Solo berduka.

Sampai saat ini, para seniman Solo masih menunggu informasi mengenai kapan dan di mana penyanyi kelahiran Solo, 31 Desember 1966 itu akan dimakamkan.

“Belum tahu dimakamkan di Solo atau di Ngawi. Karena Mas Didi juga punya saudara di Ngawi. Kami, para seniman Solo, masih menunggu,” imbuh Rima.

Didi Kempot dinyatakan meninggal dunia di Rumah Sakit Kasih Ibu Solo, Selasa pukul 07.45 WIB. Didi dibawa ke rumah sakit tersebut pada pukul 07.25 WIB dalam kondisi henti jantung.

Asisten Manajer Humas RS Kasih Ibu, Solo, dr. Divan Fernandes, saat dihubungi Solopos.com melalui layanan perpesanan Whastapp, Selasa, menyampaikan saat datang di RS Kasih Ibu Solo pukul 07.25 WIB, sang penyanyi berusia 53 tahun itu dalam kondisi henti jantung.

“Pukul 07.25 WIB ke IGD dalam keadaan henti jantung. Sudah dilakukan pertolongan dengan maksimal. Tapi, kondisi tidak tertolong,” kata dr. Divan.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS